Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Libya Kecam Drone Amerika

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 22 April 2011 18:11
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemerintah Libya mengatakan keputusan Amerika Serikat untuk mengerahkan pesawat pengintai tanpa awak (drone) sebagai bagian dari operasi NATO di Libya akan semakin banyak menimbulkan korban jiwa rakyat sipil.

Wakil Menteri Luar Negeri Libya, Khaled Kaim mengatakan peningkatan serangan udara akan merusak klaim bahwa Amerika Serikat dan NATO mendukung demokrasi di Libya.

Sementara itu pemberontak Libya menyambut keputusan untuk mengerahkan pesawat pengintai tanpa awak dengan mengatakan pesawat itu akan membantu mengakhiri penyerangan pasukan Muammar Qadhafi di Misratah.

“Kami sangat senang,” kata juru bicara kelompok pemberontak Mustafa Gheriani kepada kantor berita AFP sebagaimana dilansir BBC (22/4)

“Kami harap langkah itu akan membantu mengurangi beban rakyat di Misrata,” kata Mustafa.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Pesawat itu jauh lebih akurat dibandingkan pesawat-pesawat lain yang terbang pada ketinggian 30.000 kaki,” tambahnya.

Salah satu pendukung campur tangan militer Amerika, mantan calon presiden Senator John McCain, tiba di kota Benghazi yang diduduki pihak oposisi untuk melakukan pembicaraan dengan pemimpin pemberontak.

McCain menggambarkan para pemberontak sebagai pahlawan.

Jenderal James Cartwright, wakil kepala angkatan bersenjata AS mengatakan bahwa dua Predator telah dikirim ke Libya pada hari Kamis, namun karena cuaca buruk misi mereka harus dibatalkan.

Menurut Cartwright Amerika Serikat berencana melakukan dua patroli dengan menggunakan Predator yang dipersenjatai di wilayah udara Libya kapan saja diperintahkan.

Pesawat jenis yang sama digunakan di Pakistan dan di daerah manapun saat Amerika Serikat tidak dapat mengirimkan pasukan daratnya di sama. Predator dapat melayang di udara tanpa diketahui oleh pemantau di darat dan menembakkan rudal-rudal tanpa perlu memikirkan resiko akan mengorbankan awak pesawat.

Hari Jum’at (22/4), dua Predator Amerika Serikat membunuh 25 orang warga sipil di wilayah Waziristan Utara, Pakistan, yang berbatasan dengan Afghanistan.

Sangat mungkin drone milik AS itu juga akan membunuh banyak warga sipil Libya,  yang seharusnya dlindungi sebagaimana tujuan diberikannya mandat PBB ketika menetapkan zona larangan udara atas Libya.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rokok 2020 Mungkin akan Dilarang di AS
Tulisan selanjutnya Drone AS di Pakistan Bunuh 25 Orang Lagi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kompleks Makam Imam Al-Bukhari Kembali Dibuka Usai Renovasi Besar-Besaran

Berita
24 September 2026 16:26
Buka MIHAS 2026, Wakil PM Malaysia Dorong Pembentukan ASEAN Halal Council
Kelompok Pro-Zionis Teror Media Australia dengan 40 Ribu Email Komplain
Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri
Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz

Terbaru

  • Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
  • Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
  • Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
  • Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’
  • Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri
  • Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni
  • Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online
  • Pemerintah Italia Setuju Larangan Burqa dan Niqab, Serta Pembatasan Siswa Asing
  • Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang
  • Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?