Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Amerika: Tak Ada Permintaan Maaf untuk Pembunuhan Usamah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Mei 2011 13:56
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemerintahan Barrack Obama dengan congkak mengatakan tidak akan ada permintaan maaf mesti telah memasuki wilayah Pakistan saat menyerang persembunyian pemimpin Al-Qaidah Usamah bin Ladin.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Jay Carney mengatakan hari Senin jika Presiden AS Barack Obama mengakui ia memiliki “hak dan kepentingan mendesak untuk melakukan penyerangan,” serta menekankan, “Kami tidak perlu meminta maaf akan hal ini,” demikian seperti yang dilaporkan AFP. 

Carney menjelaskan jika Obama mengatakan pada kampanye presidennya “Jika ada kesempatan untuk membawa Obama ke pengadilan, dan ia berada di tanah Pakistan, dan hanya itulah satu-satunya cara yang dapat dilakukan…ia akan mengambil kesempatan itu dan melakukannya, dan telah ia lakukan.”

“Usamah adalah musuh nomor satu AS dan telah membunuh banyak penduduk yang tak berdosa. Maka tak akan ada permintaan maaf,” lanjut Carney.

Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Yousuf Raza Gilani, dalam pidatonya di Parlemen hari Senin, mengatakan jika agen Inter-Services Intelligence (ISI) Pakistan memberi petunjuk mengenai lokasi bin Ladin, ia menambahkan “tuduhan keterlibatan atau ketidakmampuan sangatlah tidak masuk akal.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Gilani memprotes penyerbuan minggu lalu, dengan mengatakan jika Pakistan memiliki hak untuk membalas dengan kekuatan penuh.

Sebagaimana diketahui, keretakan hubungan AS dan Pakistan semakin dalam, sementara Washington masih membutuhkan kerjasama Islamabad untuk memperoleh akses kepada tiga janda bin Ladin yang berada di tahanan Pakistan.

Kematian Usamah bin Ladin masih misteri hingga saat ini. Obama mengklaim jika bin Ladin tewas oleh pasukan AS pada 2 Mei (1 Mei waktu Washington) di pemukiman Pakistan, saat ia tak bersenjata.

Ia mengatakan jika misi militer tersebut dijalankan tanpa sepengetahuan pemerintah Pakistan karena ketidakpercayaan AS pada sekutunya tersebut.

Dengan asal bicara, pejabat AS mengumumkan jika jenazah bin Ladin telah ditenggelamkan di laut dan menyatakan jika penguburan yang terburu-buru dan sesuai dengan hukum Islam, dilakukan dalam 24 jam setelah kematian. Padahal dalam Islam tak dikenal mengubur jenazah di laut.

Bagaimanapun, penenggelaman jenazah di laut tidak sesuai praktik Islam dan Islam tidak memiliki tenggat waktu dalam penguburan.

Setelah memberi alasan mengada-ada, pejabat AS juga mengklaim keputusanmereka dalam menenggelamkan jenazah disebabkan karena tak ada satupun Negara yang mau menerima jenazah bin Ladin, tanpa menjabarkan Negara mana saja yang telah dihubungi mengenai masalah tersebut.

Hingga kini, para analis politik memiliki pertanyaan serius mengenai penyebab pejabat AS tidak mengizinkan tes DNA secara resmi untuk memastikan jenazah sebelum penenggelaman jenazah. Yang jelas, Amerika pasti menyembunyikan sesuatu kebohongan.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tiru Amerika, China Buru Muslim Xinjiang
Tulisan selanjutnya Banggalah Sebagai Khairu Ummah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Berita
18 Juli 2026 09:30
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?