Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ikhwan Tak Akan Paksakan Hukum Islam di Mesir

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 31 Mei 2011 09:37
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Al Ikhwan al Muslimun atau sering disingkat Ikhwan ingin parlemen yang beragam setelah Pemilu pada bulan September dan tidak berusaha untuk memaksakan hukum Islam di Mesir, demikian ujar juru bicara Ikhwan, usai pembentukan partai politik baru dalam sebuah wawancara.

Ikhwan, yang telah muncul sebagai kekuatan setelah bertahun-tahun mendapat tekanan di bawah Presiden Husni Mubarak yang telah digulingkan, mengatakan tidak menginginkan mayoritas di parlemen.

“Kami hanya menggunakan Islam sebagai dasar partai kami… yang berarti bahwa kerangka umum kami adalah Syariah Islam … Kami tidak mengeluarkan peraturan agama dalam kasus-kasus individu,” kata Mohamad Mursi, juru bicara Ikhwan yang baru saja membentuk Partai Al Hurriyah wa Al Adalah (Kebebasan dan Keadilan).
Sementara itu kalangan liberal Mesir khawatir kelompok ini menjadikan syariah dan hukum Islam, sumber utama hukum. Namun Mursi, berbicara di markas barunya di Mokattem, pinggiran Kairo, menepis kekhawatiran tersebut.

“Kami ingin terlibat dalam dialog bukan monolog,” katanya. “Ikhwan tidak berusaha untuk mengontrol parlemen … Kami menginginkan parlemen yang kuat … dengan kekuatan politik yang berbeda,” ujarnya.

Meski demikian, dia mengatakan hukum Islam bisa memiliki tempat dalam masyarakat sipil di Mesir, di mana sekitar 10 persen dari populasi 80 juta penduduk Mesir adalah orang Kristen.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Syariah Islam menjamin hak semua orang, Muslim dan non-Muslim,” katanya.
Sebagaimana diketahui, kantor baru Ikhwan yang dihiasi dengan lambang pedang bersilang, tak bisa terbayangkan jika ini terjadi di era Husni Mubarak ketika banyak anggotanya ditangkap dalam operasi rutin dan terpaksa harus bekerja dari dua apartemen sempit di Kairo.

Suara Kristen

Sebelumnya, kalangan Kristen pernah menyampaikan rasa khawatirnya jika Islamberkuasa.

”Setelah Mubarak turun, kami tidak ingin Mesir dikuasai kaum Salafi,” katanya.

“Kami ingin Mesir akan menjadi contoh demokrasi dan kebebasan bagi seluruh dunia,” ujar Nazih Moussa Gerges, seorang pengacara Kristen.

Bagaimanapun, popularitas kelompok Al Ikhwan al Muslimun terus meningkat menjelang Pemilu September 2011. Kalangan liberal dan sekuler turun jalan pada hari Jumat (27/5), menyerukan penundaan Pemilu karena mereka merasa tidak dapat bersaing dengan kaum Islamis. Kekhawatiran kalangan Kristen dan sekuler ini, boleh jadi sama dengan kehawatiran Amerika dan Israel saat ini. *

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hukumIkhwanul Musliminold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Video Games Rusak Kemampuan Baca bagi Anak
Tulisan selanjutnya Ulil Abshar Tak Ingin Politik Gaya Amerika

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset

Berita
28 Agustus 2026 12:20
Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun
Turki Luncurkan Atlas Sejarah Islam Digital, Rekam Berbagai Peradaban Selama 1.300 Tahun
‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?