Hidayatullah.com–Wakil Presiden Boediono mengajak negara-negara Muslim meningkatkan kerja samanya menghadapi persaingan globalisasi ekonomi yang semakin tajam.
“Kami sangat mendukung agar forum ini meningkatkan kerja sama, khususnya peran pengusaha perempuan, pemimpin muda dan usaha kecil dan menengah.
Mereka harus dapat terhubung dalam rangka membangun jaringan bisnis, berkolaborasi, dan memanfaatkan peluang yang tersedia untuk mempersiapkan diri di pasar global,” kata Boediono dalam pembukaan World Islamic Economic Forum (WIEF) ke-7 di Astana, Kazakhstan.
Menurut Wapres, prinsip kolaborasi dan kerja sama itu sudah tertuang jelas dalam semangat Islam. Komunitas Muslim memiliki misi sebagai pemain proaktif dan pembuat kesepakatan yang penting di dunia.
“Kita harus menganggap diri berkewajiban menyumbang solusi terhadap isu-isu penting yang sekarang dihadapi dunia, seperti keamanan pangan dan energi, perubahan iklim, bencana alam, dan kejahatan lintas negara,” tutur Wapres.
Boediono mengatakan dalam persaingan global pun hukum Islam mengatur bahwa keadilan harus dipegang teguh. Upaya memajukan bisnis harusnya dilakukan dengan efisiensi agar kualitas terjaga dan harga bersaing, bukannya dengan praktik bisnis yang tak sehat.
Pada kesempatan itu, Wapres juga merekomendasikan agar World Islamic Economic Forum mengevaluasi dan melaporkan hasi-hasil kesepakatan yang telah dicapai dalam pertemuan berikutnya, termasuk volume perdagangan antarnegara, maupun realisasi kerja sama investasi.
“Pada saat yang sama, forum ini bisa membuat rekomendasi praktis tentang bagaimana mengatasi rintangan yang mungkin menghambat kemajuan masa depan dari negara-negara peserta,” katanya.
Dalam forum itu Wapres membawa sejumlah BUMN untuk menjajaki peluang bisnis dengan negara-negara Muslim. Perusahaan pelat merah yang mendampingi kunjungan Wapres ke Kazakhstan adalah PT Pertamina, PT Pusri, PT Petrokimia Gresik, PT Krakatau Steel Tbk dan PT Perkebunan Nusantara III.
Sebagaimana diketahui, Wapres Boediono 6 Juni 2011 bertolak dari Tanah Air untuk menghadiri World Islamic Economic Forum (WIEF) ke 7 yang berlangsung di Astana, Kazakhstan. Kehadiran Wapres mewakili Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Acara WIEF ke-7 akan berlangsung pada 7-9 Juni 2011.
Kepergian Wapres didampingi Sekretaris Wakil Presiden (Seswapres) Mohamad Oemar, Deputi Seswapres bidang Ekonomi Tirta Hidayat, Ketua Tim Telaah Strategis (Telstra) Wapres Sofyan Djalil, Anggota Tim Telstra Abdillah Toha. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Slamet Effendy Yusuf dan Wakil Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah Achmad Dahlan Rais. Selain menghadiri WIEF ke-7, Wapres juga akan melakukan kunjungan kehormatan pada Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev dan menemui Presiden Djibouti Ismail Omar Guelleh.
Djibouti merupakan salah satu negara berpenduduk Muslim yang terletak di Afrika Timur.*