Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Muslimah Atlet Angkat Besi Sukses Perjuangkan Hak Tutup Aurat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Agustus 2011 09:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sebagian besar olahraga tingkat nasional dan internasional memiliki peraturan ketat mengenai kostum bertanding. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi seorang atlet perempuan angkat besi Muslim, ketika aturan tersebut berbenturan dengan prinsip agamanya.

Kulsum Abdullah adalah seorang atlet angkat besi yang begitu mencintai olahraga ini. Tapi hingga tahun lalu, walaupun telah berkompetisi selama bertahun-tahun, ia belum pernah mencapai kompetisi tingkat nasional di Amerika Serikat ini.

Pasalnya, pakaian yang ia kenakan selalu menutupi kepala, tangan dan kakinya (berjilbab). Sementara Federasi Angkat Besi Internasional mensyaratkan peserta untuk mengenakan kaos tak berlengan dan celana pendek ketat agar juri dapat melihat jelas teknik yang digunakan.

“Persyaratan itu begitu mempengaruhi mental saya,” tutur Abdullah. “Saat berkompetisi angkat besi, kita tentu berusaha mencapai tahapan selanjutnya. Kita harus punya keinginan kuat dan percaya diri. Saya kecewa sekali, tapi saya tetap harus melakukan yang terbaik.”

Ketika Kulsum memasuki tahapan kualifikasi kompetisi Amerika Terbuka tahun lalu, ia tak memperoleh izin bertanding, lagi-lagi karena kostumnya. Ia lalu menghubungi menghubungi Lembaga Nasional Olahraga Angkat Besi, USA Weightlifting, untuk mencari solusi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Saya menulis surat, menyatakan situasi saya, tentang bagaimana saya terlibat dalam angkat besi dan keinginan untuk mendiskusikan kostum saya, agar tidak mengambil keuntungan dibanding peserta lain, namun tetap bisa menutupi bagian tubuh. Namun mereka menolak permintaan saya untuk melakukan modifikasi karena mereka diatur oleh Federasi Angkat Besi Internasional,” ujar Abdullah.

Tapi upayanya tidak berhenti di sana. Ia lalu menghubungi Majelis Hubungan Amerika-Islam (CAIR), yang lalu melakukan pendekatan dengan Komite Olimpiade Amerika Serikat agar mereka bisa mewakili Abdullah dalam pertemuan Federasi Angkat Besi Internasional di Malaysia.

“Segera setelah mereka mengumumkannya, reporter mulai menghubungi mereka dan saya. Saya merasa ‘Wow, ini kejutan besar!’ Saat membaca beritanya di internet, saya sempat berpikir dua kali. Tapi saya putuskan terus berusaha,” kata Abdullah.

Dan, itulah yang terus ia lakukan, berusaha. Ia mempersiapkan sebuah presentasi yang sangat rinci bagi pertemuan tersebut. Presentasi tersebut berisi persyaratan agamanya dan bagaimana persyaratan tersebut dapat dipertemukan dengan persyaratan angkat besi tanpa berkompromi ataupun memanfaatkan situasi tersebut untuk berbuat curang.

Hanya dua hari sesudanya, Federasi mengubah aturan mereka. “Aturan baru yang ditetapkan oleh Federasi mengizinkan atlet untuk mengenakan kostum yang menutupi seluruh tubuh, dan disebut unitard. Kostum ini bisa menutupi bagian siku dan lutut yang sebelumnya tidak diizinkan karena teknik akan terlihat di bagian tersebut saat peserta mengangkat besi,” ujar John Duff dari USA Weightlifting.

Hooper dari CAIR yang berhadapan dengan kasus seperti ini setiap hari, menilai keputusan ini tak hanya berlaku untuk angkat besi. “Kita sering mendengar bahwa perempuan Islam perlu didukung dan kita menyetujuinya, dan mendukung mereka menjadi atlet angkat besi adalah cara yang sangat baik. Saya rasa ada pesan tersirat kepada perempuan Islam dan perempuan di seluruh dunia bahwa perempuan bisa berpartisipasi dalam apapun, termasuk dalam olahraga, namun tetap menjaga prinsip agama Islamnya,” jelasnya.

Pada kejuaraan nasional pertamanya, mimpi Abdullah menjadi kenyataan. Meskipun mengaku tegang, ia senang dapat mencapai posisi kelima dari enam kompetitor dalam kelas 48 kilogram.

“Saya sangat lega ketika sudah berakhir namun saya semangat sekali sekaran ‘Keren, saya sudah punya pengalaman itu’” ujarnya.

Kompetitor lainnya, Suzanne Sanches, yang memenangkan juara kedua, mendukung peraturan baru oleh Federasi.

“Menurut saya ini peraturan baru ini akan mendukung kompetisi secara internasional. Saya rasa hanya ada 80 negara yang memiliki tim angkat besi perempuan. Di antaranya, hanya ada satu tim khusus Muslim, yaitu Mesir,” katanya.

Kulsum Abdullah mungkin tidak akan meraih medali Olimpiade. Tapi, bagi perempuan Amerika berdarah Pakistan ini, kebanggaannya terletak pada keberhasilan mewariskan perubahan bagi masa depan atlet angkat besi Muslim perempuan.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Diperlukan Pemahaman Menyeluruh Memahami Islam
Tulisan selanjutnya Ramadhan, Bulan Melestarikan Seni Budaya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?