Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Gaji Kecil, Ratusan Tenaga Medis Israel Ramai-ramai Mundur

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Oktober 2011 09:16
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Lebih dari 300 orang dokter di rumah sakit Israel tidak masuk kerja pada Senin dan ratusan lebih mengajukan pengunduran diri akibat perselisihan masalah gaji.

Banyak rumah sakit memperingatkan mereka nyaris tak beroperasi akibat kasus ini, demikian kata seorang pejabat Kementerian Kesehatan.

Berbicara di radio militer, Dr Doron Norman, yang kini bekerja Rambam Medical Centre di Haifa, memperingatkan akibat pemogokan ini bisa membuat aktivitas kamar darurat berhenti.

“Tampaknya bagi saya bahwa orang tak memahami kedalaman masalah atau kedalaman krisis,” katanya. Ia memperingatkan, konfrontasi ini bisa berarti pasien akan dibiarkan mati, demikian dikutip AFP.

Akibat peristiwa ini, rumah sakit membatalkan prosedur yang tidak mendesak, sebagian pasien ditolak sementara yang lain menunggu berjam-jam untuk berobat.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kami tidak akan mampu bertahan lebih dari satu atau dua hari seperti ini,” ujar dokter di Tel Aviv Medical Center, Motti Freid kepada seuah stasiun televisi Israel, sebagaimana dikutip Independenonline (11/10/2011).

Pihak juru bicara Kementerian Kesehatan mengatakan sekitar 700 staf medis (atau seperempat dokter yang menetap di Israel), telah menyerahkan surat mereka lebih sebulan lalu. Sebanyak 340 di antara mereka tidak melapor untuk bertugas di rumah sakit pada Senin dan sisanya diduga mengikuti tindakan mereka pekan ini.

Pemerintah meminta pengadilan mengeluarkan amar yang memerintah para dokter segera bekerja kembali. Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeluarkan pernyataan yang menawarkan kenaikan gaji kepada sebagian dokter.

Para dokter tersebut, yang mengatakan mereka bekerja berlebihan tapi digaji di bawah standar, menyatakan mereka belum menerima tawaran resmi dari Netanyahu tapi mereka akan mempelajarinya segera setelah menerima menerima tawaran itu.

Pengunduran diri para dokter tersebut adalah tanda lain kerusuhan sosial di Israel. Protes massa yang diselenggarakan di bawah bendera “keadilan sosial” mengguncang negara Yahudi itu selama musim panas lalu, saat ratusan ribu orang menuntut biaya hidup yang lebih rendah dan pembaruan ekonomi.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MER-C akan Ikut “Global March to Jerussalem”
Tulisan selanjutnya Pemerintah Belanda Mulai Ragukan Keberadaan RMS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid

Berita
22 Juli 2026 12:30
MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang
Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September
MUI Bersama 87 Organisasi Islam Sudah Siap Gelar KUII ke-VIII, Bahas Berbagai Isu Nasional dan Global
Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi

Terbaru

  • Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI
  • Prancis Jadi Negara Uni Eropa Pertama yang Melarang Akses Media Sosial Bagi Anak-anak
  • PM Andy Burnham Izinkan Pangkalan Militer Inggris Dipakai Amerika untuk Menyerang Iran
  • Perang Amerika Serikat atas Iran Sejauh Ini Menelan Biaya $37,5 Miliar Kata Pentagon
  • Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September
  • MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang
  • ‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid
  • MUI Akan Surati Presiden dan Kapolri Terkait Penangkapan Warga Negara Palestina
  • MUI Bersama 87 Organisasi Islam Sudah Siap Gelar KUII ke-VIII, Bahas Berbagai Isu Nasional dan Global
  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?