Hidayatullah.com–Raja Abdullah menunjuk Pangeran Naif menjadi pangeran mahkota Arab Saudi dan deputi perdana menteri, demikian disebutkan dalam pernyataan keluarga Kerajaan Saudi, Kamis malam, yang dilansir Arab News.
Pangeran Naif sebelumnya menjabat deputi kedua perdana menteri dan mentari dalam negeri. Dia akan tetap menjabat menteri dalam negeri sampai ada orang yang menggantikan posisinya.
Pangeran Naif, yang telah menjabat deputi kedua perdana menteri sejak 2009, dilahirkan di Taif pada tahun 1933. Ia merupakan putra ke-23 dari pendiri Kerajaan Arab Saudi, Raja Abdul Aziz. Pangeran Naif dididik di sekolah para pangeran, disamping mendapatkan pengajaran langsung dari ayahnya dan juga sejumlah ulama terkemuka.
Pangeran Naif memulai karir politiknya sebagai deputi gubernur Riyadh dan kemudian menjadi gubernur wilayah itu selama Raja Abdul Aziz masih hidup.
Raja Faisal menunjuk Pangeran Naif menjadi deputi menteri dalam negeri pada tahun 1970. Empat tahun kemudian, ia menjadi deputi menteri dalam negeri dengan pangkat setingkat menteri. Raja Khalid lalu menunjuknya menjadi menteri negara untuk urusan dalam negeri pada tahun 1975 dan pada tahun yang sama diangkat menjadi menteri dalam negeri. Posisi terakhir itu masih ia jabat sampai diangkat menjadi pangeran mahkota dan deputi perdana menteri pada hari Jum’at (28/10/2011).
Pangeran Naif menjadi pangeran mahkota menggantikan Pangeran Sultan bin Abdul Aziz, yang wafat pada Sabtu malam (22/10/2011) di Amerika Serikat karena sakit dan dimakamkan pada hari Selasa di pemakaman Al-Oud (25/10/2011).
Pangeran Naif menggambarkan Pangeran Sultan sebagai seorang saudara laki-laki yang penyayang dan pemimpin yang hebat.
“Dia tempat kami berlindung pada masa-masa sulit,” kata Pangeran Naif, yang dinilai oleh sejumlah kalangan di Barat sebagai seorang Muslim dengan pemikiran lebih konservatif dibanding Raja Abdullah dan Pangeran Sultan.*