Hidayatullah.com–Gedung Putih mengisyaratkan tidak keberatan jika ternyata partai Islam dari Al Ikhwan menang dalam pemilihan umum di Mesir, asalkan dilakukan secara bebas dan jujur.
“Saya kira jawabannya ya, saya kira akan cukup memuaskan, jika pemilu itu bebas dan jujur,” kata William Taylor, pejabat baru koordinator khusus untuk urusan transisi Timur Tengah, saat ditanya apa reaksi Washington jika ternyata pemenang pemilu mendatang di Mesir adalah partai Islam.
“Apa yang perlu kita lakukan adalah menilai orang dan partai serta gerakan dari apa yang mereka lakukan, bukan apa sebutan mereka,” kata Taylor dalam forum Atlantic Council, sebuah wadah pemikir, seperti dikutip AFP (04/11/2011).
Meskipun terdengar bijak, namun komentar Taylor di atas, jika didengar kelanjutannya, menunjukkan bahwa Amerika mengidentikkan kelompok Islam dengan teroris.
“Revolusi ini, gerakan menuju demokrasi ini memiliki kemampuan untuk menolak narasi teroris,” kata Taylor.
“Selama partai dan entitasnya tidak mendukung atau melakukan kekerasan, kami akan bicara dengan mereka,” kata Taylor, tentang belum pernah bertemunya ia dengan para petinggi Al Ikhwan di Kairo.
Taylor kemudian membuat perbandingan antara Al Ikhwan dengan An Nahda di Tunisia, yang memenangi pemilu dan sedang membentuk koalisi.
“Ini adalah hal yang biasa kita temui, dan tidak perlu ditakuti. Kita harus menghadapinya,” katanya, tentang partai-partai Islam yang berhasil meraih kekuasaan.*