Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bahas Afghanistan, OKI: Sanksi Internasional dan PBB Tidak Boleh Halangi Bantuan Kemanusiaan

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 21 Desember 2021 16:48 4:48 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 21 Desember 2021 14:30
Bagikan
afghanistan kemanusiaan
Bagikan

Hidayatullah.com — Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) pada Ahad kemarin mengumumkan dan menyarankan serangkaian langkah untuk membantu krisis kemanusiaan yang membayangi Afghanistan, Anadolu melaporkan pada Senin (20/12/2021).

Sesi pertemuan OKI yang membahas Afghanistan berlangsung seharian penuh. Dihadiri oleh semua menlu negara anggota dan perwakilan dari PBB, AS, Inggris, Jerman, Jepang, Italia, dan beberapa organisasi internasional, pertemuan tersebut digelar di Islamabad.

Delegasi Afghanistan, dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Amir Muttaqi, juga hadir dalam pertemuan yang membahas latar belakang situasi kemanusiaan di Imarah Islam Afghanistan.

Mengumumkan keputusan bersama pada konferensi pers setelah sesi berakhir, Menlu Pakistan Shah Mahmood Qureshi dengan Sekjen OKI Hissein Brahim Taha, mengatakan “dana amanah kemanusiaan” akan dibentuk untuk membantu warga Afghanistan.

Dana tersebut akan didirikan di bawah naungan Islamic Development Bank yang berfungsi sebagai kendaraan untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Afghanistan termasuk dalam kemitraan dengan aktor internasional lainnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pertemuan itu, katanya, telah sepakat untuk meluncurkan program ketahanan pangan bagi Afghanistan. Hal tersebut untuk mengurangi kekurangan yang terus meningkat.

Selain itu, OKI akan menunjuk perwakilan khusus untuk Afghanistan yang mengkoordinasikan upaya bantuan. Perwakilan juga akan diberi mandat untuk terlibat secara ekonomi dan politik dengan Kabul.

Badan yang dulunya bernama Organisasi Konferensi Islam itu menegaskan bahwa sanksi internasional dan PBB tidak boleh menghalangi pemberian bantuan kemanusiaan. OKI juga menegaskan diperlukannya membuka saluran keuangan dan perbankan untuk Afghanistan.

“Perlunya dirasakan untuk menjalin kemitraan antara OKI dan PBB untuk menyalurkan sumber daya yang akan dijanjikan dalam hal bantuan kemanusiaan (untuk Afghanistan),” kata Qureshi.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Taha mengklarifikasi bahwa sejauh ini belum ada dana yang dijanjikan untuk dana kemanusiaan OKI. Menurut perkiraan PBB, sekitar 60% dari 38 juta orang Afghanistan menghadapi “tingkat krisis kelaparan”, yang semakin parah “setiap hari”.

‘Krisis buatan manusia terbesar’

Sebelumnya, berbicara pada sesi pembukaan konferensi, Perdana Menteri Pakistan Imran Khan memperingatkan bahwa Afghanistan berpotensi menjadi “krisis buatan manusia terbesar” jika dunia tidak mengambil langkah-langkah untuk mengatasi tragedi tersebut.

Mendesak AS untuk “memutuskan” pemerintah Taliban dari 40 juta warga Afghanistan, Khan mengatakan bahwa Afghanistan menuju kekacauan, yang berarti ketidakmampuan untuk memerangi terorisme dan kebangkitan kelompok teroris, seperti Daesh/ISIS.

“Situasi seperti itu tidak akan cocok untuk AS,” dia memperingatkan.

Menteri Luar Negeri Saudi Faisal bin Farhan Al Saud dalam sambutannya khawatir krisis ekonomi yang membara dapat memicu krisis kemanusiaan, yang selanjutnya akan menyebabkan ketidakstabilan lebih lanjut, dan berdampak pada perdamaian regional dan internasional.

Dia mendesak negara-negara anggota OKI untuk berperan mencegah keruntuhan ekonomi.

Deklarasi bersama

Menurut Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi, sekitar 665.000 orang menjadi pengungsi baru di Afghanistan antara Januari dan September 2021 – di samping 2,9 juta orang yang sudah mengungsi akibat konflik di Afghanistan.

Deklarasi bersama yang diadopsi oleh pertemuan itu menegaskan kembali komitmen “kuat” negara-negara anggota OKI terhadap “kedaulatan, kemerdekaan, integritas wilayah, dan persatuan nasional” Afghanistan.

Deklarasi tersebut menggarisbawahi pentingnya berinvestasi dalam pembangunan manusia untuk mencapai perdamaian dan pembangunan berkelanjutan di negara ini.

Ini menyatakan solidaritas dengan rakyat Afghanistan dan menegaskan kembali komitmen negara-negara anggota OKI untuk membantu membawa perdamaian, keamanan, stabilitas, dan pembangunan ke negara itu.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfghanistanOrganisasi Kerja Sama IslamTaliban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya habib bahar bebas Habib Bahar Akan Laporkan Balik Husin Shihab soal Dugaan Penyebaran Hoaks
Tulisan selanjutnya lira dolar Lira Menang Dalam “Duel” Melawan Dolar AS Pasca Pidato Erdogan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?