Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Muslim Hijau, Greenpeace Versi Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Februari 2012 12:47
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Agama Islam menganjurkan pemeluknya untuk mencintai alam. Demikian pendapat Hendrik Jan Bakker, Ketua Stichting Groene Moslims  (Yayasan Muslim Hijau) Belanda.  Hendrik Jan Bakker adalah warga Belanda yang sudah cukup lama masuk Islam dan kini menjadi ketua Yayasan Muslim Hijau Belanda.

Kata hijau di sini tidak merujuk warna yang disebut sebagai warna Islam, karena misalnya bendera Arab Saudi warnanya hijau. Tapi hijau ini adalah lambang ramah lingkungan. Jadi muslim hijau adalah sebutan bagi orang Islam yang ramah lingkungan. Hendrik menyamakan gerakannya dengan Greenpeace, tapi tidak “radikal” .

Terisinspirasi ajaran Islam

Menurut Hendrik Jan Bakker ia mendirikan yayasan pencinta alam ini diinspirasi ajaran Islam yang berdasarkan Al Quran dan Hadits.

“Ketika saya membaca Al-Quran saya banyak menemukan ayat-ayat tentang alam dan makhluk. Al-Quran menyuruh agar semua itu diperlakukan dengan baik dan hati-hati, ” katanya kepada Radio Nederland, Rabu (01/02/2012).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Hendrik menambahkan Nabi Muhammad dalam berbagai hadits melarang menebang pohon sembarangan.

“Misalnya nabi melarang menebang pohoh-pohon di Mekkah. Nabi juga melarang orang menebang pohon saat berperang,” ujarnya.

Kewajiban

Hendrik pun merasa aneh mengapa tidak ada orang Islam di sekitarnya yang sadar akan isu lingkungan hidup. Kenapa hanya orang Belanda dan Eropa yang lebih peduli?

Sejak itu sebagai seorang muslim ia merasa berkewajiban untuk melindungi alam.

Tidak banyak negara muslim yang mempraktekkan ajaran Islam untuk mencintai alam. Namun menurut Hendrik tidak demikian. Misalnya di Libya ada kelompok lingkungan hidup. Dan di Mesir ada Sekem. “Mereka membeli padang pasir yang disulap menjadi lahan subur tanpa menggunakan pupuk buatan dan obat-obat pemberantas hama.”

Yayasan

Groene Moslims bukanlah kelompok muslim hijau pertama di Barat. Di Inggris dan Amerika sudah sejak lama ada muslim hijau. Terinspirasi oleh para pencinta alam Islam tersebut, maka Hendrik pun melahirkan gagasan untuk mendirikan Yayasan Muslim Hijau.

Hendrik dan kawan-kawan juga menyorot hewan sembelihan yang sehat. Mereka menilai sangat perlunya hewan itu selama hidupnya diperlakukan dengan baik sesuai dengan tuntutan Islam.

Kebutuhan untuk mendirikan suatu wadah seperti yayasan pun tambah terasa.

“Maka kami merasa perlu mendirikan sebuah organisasi, yayasan, perkumpulan atau apalah namanya,” tegasnya kepada Radio Nederland.

Sementara itu, menurut tokoh sayap kanan Belanda, Gert Wilders, Islam adalah agama terbelakang. “Lihat saja Timur Tengah. Semakin penting peranan Islam, semakin buruk nasib orang di sana, ” kata politikus populis kepada Radio Nederland secara terpisah.

Namun menurut Hendrik, pendapat orang-orang seperti Wilders tentu saja tidak benar. Namun ia mengakui muslim belum memberi contoh yang baik. “Sayang sekali. Dalam hal ini, para kritisi Islam itu ada benarnya juga.”

Mereka tidak tahu, zaman dahulu kala umat Islam berhasil menunjukkan bahwa Islam menyuruh umatnya mencintai alam. “Contohnya, di masa-masa awal Islam, Arab Saudi dan Suriah mempunyai tradisi menjadikan lahan, padang rumput sebagai kawasan lindung, yang harus diperlakukan dengan baik.”

Industrialisasi

Sejak industrialisasi, maka negara-negara Islam seperti Arab Saudi tidak begitu peduli lagi dengan lingkungan hidup. Ini terjadi juga di dunia Barat pada awal proses industrialisasi.

Makanya penting sekali untuk untuk menjelaskan bahwa Islam agama ramah lingkungan, tegas Hendrik.

Terakhir pria Belanda yang suka mengenakan semacam tulban sufi ini mengatakan, bahwa dia dan kawan-kawannya tidak berniat untuk mendirikan partai politik. “Kami hanya mau menjadi gerakan kemasyarakatan, tidak akan menjadi partai. Banyak partai yang membela kepentingan Islam dan lingkungan hidup,” katanya kepada Radio Nederland.* 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islamLingkunganMedia Islamold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Komunis China Larang Tes Baca Garis Tangan
Tulisan selanjutnya Ulama Malang Tolak Seminar Internasional Bertema Syiah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?