Hidayatullah.com—Rusia tidak akan menggantikan pasukan NATO di Afghanistan, setelah pasukan sekutu itu ditarik dari negara itu, kata utusan Kremlin untuk Afghanistan Zamir Kabulov, Rabu (14/03/2012).
“Saya sangat yakin bahwa Rusia jelas tidak bersiap-siap untuk pergi ke Afghanistan … Menurut saya AS dan NATO sekarang akan berpikir dua kali apakah mereka perlu mengirimkan pasukannya ke Afghanistan,” kata Kabulov kepada televisi Russia Today, dikutip Xinhua (15/03/2012).
“Kelihatannya Amerika telah kalah dalam perang itu dan mereka gagal menemukan strategi untuk menghindari negara itu terjerumus ke dalam kekacauan. Jika mereka menemukan solusinya segera, maka akibatnya akan tragis,” kata Kabulov.
Menurutnya, pasukan pemerintah Afghanistan tidak mampu untuk menjamin keamanan negaranya, karena mereka kekurangan dana dan tidak memiliki visi masa depan.
Pada saat yang sama, utusan Rusia itu mengatakan bahwa negaranya siap untuk membantu NATO dan AS dalam menstabilkan situasi militer di Afghanistan dan membantu pembangunan ekonomi negara.
“Hanya pembangunan di negeri itu yang dapat menstabilkan situasi dalam negeri di sana. Dalam pada itu, para pejuang Taliban akan mengintegrasikan kembali dirinya ke dalam kehidupan yang damai,” kata Kabulov.
Pasukan AS dan NATO dijadwalkan menyerahkan kendali keamanan kepada pasukan Afghanistan dan mengakhiri misi tempurnya pada tahun 2014.*