Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Malaysia Deportasi Satu Keluarga Turki, Meskipun Bersatus Dilindungi PBB

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 Agustus 2019 21:20 9:20 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 31 Agustus 2019 07:18
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pihak berwenang Malaysia bersiap akan mendeportasi seorang guru Turki beserta istri dan anak-anaknya, dengan tuduhan sebagai anggota kelompok Gulen yang dicap teroris oleh pemerintah Ankara, meskipun baru dua bulan lalu mereka memegang status dilindungi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Free Malaysia Today (FMT) hari Jumat (30/8/2019) melaporkan bahwa Arif Komis, 43, dan keluarganya ditahan di Bandara Internasional Kuala Lumpur.

Komis dituduh menjadi bagian dari kelompok Gulen, yang dicap pemerintahan Presiden Erdogan sebagai teroris. Dia bekerja sebagai guru di Hibiscus International School, sekolah yang konon berkaitan dengan organisasi bentukan Fethullah Gulen, dan ditangkap aparat kepolisian Malaysia pada 28 Agustus.

Menanggapi kasus penangkapan itu lewat Twitter, jubir Human Rights Watch Asia Phil Robertson mengkritik Putrajaya karena melanggar hak-hak pencari suaka.

“Di mana masyarakat sipil Malaysia untuk melindungi orang Turki dan keluarganya ini yang menjadi kekhawatiran UNHCR? Mengapa pemerintah Pakatan Harapan melanggar hak-hak pengungsi dengan cara seperti ini? Mengapa seorang yang sederhana ini diperlakukan begitu hina?” kata Robertson.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Gerakan Gulen dituduh sebagi biang kerok upaya menggulingkan pemerintahan Turki pada 2016. Menyusul “kudeta yang gagal” itu puluhan ribu orang ditangkap dan dipecat dari pekerjaannya sebagai pegawai negeri sipil atau karyawan di berbagai instansi dan perusahaan.

Malaysia termasuk negara yang tunduk pada perintah Turki untuk menangkap dan mendeportasi siapa saja yang dituduh berkaitan dengan organisasi atau gerakan Gulen.

Pada tahun 2017, Malaysia mendeportasi tiga orang warga negara Turki atas permintaan pemerintah Ankara, sehingga mengundang protes dari kelompok-kelompok peduli HAM.

Turgay Karaman, Ismet Ozcelik dan Ihsan Aslan dideportasi ke Turki meskipun keluarga mereka memohon agar hal itu tidak dilakukan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:GulenTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anies: Saatnya Indonesia jadi Pemain Utama Ekonomi Syariah
Tulisan selanjutnya Trump Sisakan Tentara Amerika di Afghanistan Meskipun Ada Kesepakatan Damai dengan Taliban

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?