Hidayatullah.com–Subhanallah, Alhamdulillah, Astaghfirullah… (Maha Suci Allah, Segala Puji hanya Milik Allah, aku memohon ampun kepada Allah…)
Kemarin sore sekitar jam 16.30 (20.30 WIB) Tim Sahabat Al-Aqsha ke Gaza (SA2Gaza) melintasi garis pengepungan Gaza. Keempat relawan kita tiba dengan selamat di tanah merdeka Palestina yang sejak lima tahun silam itu dikepung oleh Zionis Israel.
Disi sisi Gaza pintu perbatasan Rafah sudah menunggu para penjemput, yaitu pejabat dan staf Kementerian Dalam Negeri Palestina di Gaza. Diantara hal pertama yang mereka tanyakan kepada Tim SA2Gaza ialah gempa di Sumatra.
“Semoga Allah tolong dan jaga saudara-saudara kami di Sumatra,” ucap Mayor Jenderal Polisi Maher Ar-Ramli, Kepala Interpol Palestina Gaza yang memimpin penjemputan Tim SA2Gaza.
Sebelum menuju Gaza, keempat relawan SA2Gaza sempat menginap di Kairo dan berkunjung ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di dekat Tahrir Square.
Direktur Operasional SA Amirrul Iman, yang ikut serta dalam tim ini menyatakan, “Kita mengikuti jadual Allah. Dua tahun sesudah Tim SA diserang di kapal Mavi Marmara dan lalu Saudara Fanni (relawan SA) masuk lewat darat, hari ini Allah mentakdirkan kita tiba di Gaza. Alhamdulillah.”
Amirrul menjelaskan misi SA2Gaza bertujuan memenuhi undangan pemerintah Palestina di Gaza, yang dipimpin oleh Perdana Menteri Ismail Haniyah, untuk mengunjungi dan menindaklanjuti proyek-proyek kemanusiaan yang sejak 2007 dibantu rakyat Indonesia lewat Sahabat Al-Aqsha. Diantaranya sumur-sumur air minum dan taman kanak-kanak gratis untuk anak yatim, faqir dan miskin.
Selain itu, kata Amirrul, Tim SA2Gaza juga akan membuat film dokumenter tentang keadaan kemanusiaan di Gaza sesudah lima tahun dikepung angkatan perang Zionis Israel.
“Hari geneeeeeeeeee masih ngepung-ngepung negeri orang?!?!?!?” kata Amirrul.
Beberapa menit setelah meninggalkan pintu perbatasan Gaza, tim SA2Gaza meminta tuan rumah menghentikan mobil yang ditumpangi. Tim kita lalu turun dan melakukan sujud syukur di atas pasir Gaza.*/SA