Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Protes Doa Remaja Atheis Amerika Dapat Penghargaan

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 30 Mei 2012 16:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Remaja atheis yang menurunkan sebuah spanduk doa di sekolahnya mendapatkan penghargaan dari American Humanist Association (AHA).

Dilansir oleh Christian Post Selasa (29/5/2012), Jessica Ahlquist akan dianugerahi penghargaan Pionir Humanis pada konferensi tahunan ke-71 AHA 7-10 Juni 2012 di New Orleans, Amerika Serikat. Penghargaan akan diserahkan pada saat jamuan makan siang.

Ahlquist memprotes spanduk berisi tulisan doa yang diawali dengan menyebut “Bapa kami di Surga” dan di akhiri dengan “Amin,” yang terpajang di sekolahnya.

“Saat saya melihatnya, saya tahu seharusnya (spanduk) itu tidak boleh berada di sana,” kata Ahlquist kepada Associated Press yang mewawancarainya, seperti diktuip Christian Post.

“Dan setiap kali saya melihatnya, hal itu mengingatkan saya bahwa sekolah melakukan hal yang tidak benar dan bahwa sekolah tidak selalu mendukung saya dan pandangan saya,” imbuhnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Spanduk doa yang dipermasalahkan Ahlquist merupakan pemberian siswa angkatan pertama Sekolah Menengah Cranston bernama David Bradley. Pihak sekolah memajangnya sejak tahun 1963, tahun kelulusan angkatan pertama Cranston.

Dengan alasan sekolahnya melanggar aturan pemisahan antara urusan agama dengan urusan negara, remaja 16 tahun itu mengajukan gugatan melawan sekolahnya ke pengadilan. Hasilnya, Pengadilan Distrik Rhode Island memenangkan gugatannya. Cranston diperintahkan untuk melucuti spanduk doa yang sudah bertengger di lingkungan sekolah selama lebih dari 50 tahun itu, karena dianggap melanggar Establishment Clause.

Walaupun menang di ranah hukum, Ahlquist mendapat kecaman dari orang-orang disekitarnya. Lewat situs jejaring sosial Ahlquist menerima ancaman dari teman-teman sekolahnya. Seorang politisi lokal menyebutnya sebagai “setan kecil.” Toko-toko floris enggan mengirimkan pesanan bunga yang ditujukan kepadanya, karena menganggap hal itu akan memberikan dampak buruk kepada bisnis mereka.

Namun, tentu saja kaum atheis datang menyokong gadis remaja putri itu.

Hemant Mehta, pimpinan Foundation Beyond Belief yang juga seorang guru matematika, menggalang dana untuk beasiswa Ahlquist. Kelompok atheis berhasil mendulang dana hampir USD50.000.

Ahlquist pun semakin gencar mengkampanyekan paham atheisnya, di Facebook dan di Twitter. Dia rajin mengkritik para pemeluk agama dan penganut paham penciptaan.

Gadis kelahiran tahun 1995 yang tinggal di Rhode Isand ini memiliki situs pribadi jessicaahlquist.com.

Selain untuk Ahlquist, penghargaan AHA juga diberikan kepada Damon Fowler, yang memprotes pembacaan doa pada acara wisuda di sekolah menengah Bastrop, Texas.*

Keterangan foto: Jessica Ahlquist.

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerikaatheisdoaold migrateremaja
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mendoakan Kebaikan untuk Pencuri
Tulisan selanjutnya Homoseksual Bukan Genetis, Ada Korelasi dengan Kesetaraan Gender

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?