Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dikepung Budaya Barat, dalam Didominasi Syiah

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 5 Juli 2012 21:46
Bagikan
Dikepung budaya Barat dan didominasi Syiah-Iran, itulah kini yang dialami warga sipil Iraq
Bagikan

Hidayatullah.com–Sembilan tahun sejak Amerika Serikat (AS) berhasil menggulingkan rezim Saddam Husein di Iraq, kondisi perpolitikan terus tetap memburuk. Kepentingan “Syiahnisasi” dan luka masyarakat Sunni atas kedzaliman milisi Syiah di Iraq semakin mengeras.

Muhammad Jabar, warga Muslim Iraq mengaku, setiap kali keluar dari rumah harus memberi kabar ke rumahnya hampir setiap jam. Untuk memastikan bahwa dia dalam keadaan baik agar tidak terjadi kekhawatiran bagi keluarganya.

Kondisi mencekam sejak runtuhnya rezim Saddam Husein semakin menjadi-jadi dengan adanya benturan konflik horizontal antara kelompok Islam Sunni dan Syiah. Pemberangusan warga Sunni yang dimulai dari pembakaran Masjid-masjid Sunni diawal jatuhnya Saddam Husein, telah menciptakan perlawanan hebat dari para Mujahidin.

Terlebih sokongan senjata dari Iran bagi milisi Syiah di Iraq semakin membuat suasana politik tidak terkendali.

Kelompok Al Qaidah yang mengklaim berada dibalik setiap aksi perlawanan sendiri telah mendirikan Daulah Imarah Islam Iraq (Negara Islam Iraq).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kaum Sunni harus diperingatkan bahwa akan ada pembalasan jika serangan terhadap Syiah terus berlanjut,” kata Hasyim (18) seorang anggota milisi Syiah yang tinggal di Baghdad lingkungan Kota Sadr, daerah miskin di timur laut ibukota, di mana lingkungan tersebut adalah rumah bagi milisi Syiah Tentara Mahdi yang merupakan musuh bebuyutan al-Qaida dan Faksi Mujahidin Sunni lainnya di Iraq sejak tahun 2006.

Tercatat telah lebih dari 100.000 orang meninggal dunia atas pertikaian ini.

Dalam empat minggu terakhir telah terjadi puluhan serangan Al Qaidah ke jantung-jantung milisi Syiah, juga telah terjadi penembakan misterius yang menewaskan lebih dari 286 orang dari kelompok Syiah.

Saat ini perang gerilya bahkan telah berubah menjadi perang kota.

Secara terbuka aksi kekerasan kedua belah pihak tidak lagi dilakukan sembunyi-sembunyi. Krisis kepercayaan kepada pemerintah dalam menjamin keamanan rakyatn ya sendiri menurun, menyusul serangan-serangan Mujahidin yang semakin modern dan meningkat.

Laith Hashim, seorang warga Syiah mengaku, sedang mempertimbangkan untuk pindah dari Iraq jika keamanan tak kunjung membaik.

Kondisi perang antara sunni dan syiah yang terus mendidih menjadikannya salah satu dari sekian banyak warga Syiah yang mulai berpikir untuk meninggalkan Iraq, setelah 9 tahun lebih dominasi Syiah begitu mendiskriminasi warga Sunni di sana.

Gaya Hidup Barat

Di antara kenangan pahit lainnya bagian dampak invasi Amerika dan sekutunya di negeri 1001 mimpi ini adalah demokrasi dan gaya hidup hedonisme untuk generasi muda. Pasca masuknya tentara AS dan asing, musik, gaya hidup nge-pop dan tato melanda remaja Iraq.

Sepatu kets dan topi bisbol terbalik berlogo “NY”, anak-anak muda berusia sekitar 22 tahun memamerkan gerakan break-dance pada sore hari di taman kini jadi pemandangan di Baghdad.

“Orang lain mungkin berhenti menjadi rapper setelah orang-orang Amerika pergi, tetapi saya akan jalan terus sampai saja mencapai New York,” kata Mohammed, yang mengajar paruh waktu di sebuah sekolah dasar di Iraq. [Baca juga: Rap, Tato dan Pacaran Warisan Tentara Amerika]

Delapan juta warga Iraq – seperempat dari populasi penduduk itu sejak diinvasi Amerika dan sekutunya tahun 2003- telah lahir. Dan hampir setengah penduduk di negeri itu, kini berusia di bawah 19, demikian menurut Brett McGurk, mantan pejabat senior di Kedutaan Besar AS di di Baghdad.

Setelah bertahun-tahun menonton tentara AS berpatroli, tak terelakkan bahwa gaya hip-hop, pria lagak “preman” dan ucapaan bahasa Inggris telah menulari anak-anak muda di Iraq.

Menyebut diri mereka “punky,” atau “preman,” mengenakan kemeja hoodie, mendengarkan 50 Cent atau Eminem, menonton film “Twilight” film vampir. Mereka makan hamburger dan pizza serta berbuat nekat dengan bermain sepatu roda menembus lalu lintas padat. Tak hanya itu, para remaja juga mulai gandrung gaya rambut spike (gaya marinir). Dikepung budaya Barat dan didominasi Syiah-Iran, itulah kini yang dialami warga sipil Iraq.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Imam Hizbullah Bentuk Tim Penegakan Khilafah Bebaskan al-Quds
Tulisan selanjutnya Kunjungan Pertama Clinton ke Mesir Setelah Mursy Terpilih

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?