Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

ISNA: Berikan HAM Muslim Rohingya

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 14 Juli 2012 21:40
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Islamic Society of north America (ISNA) lewat pernyataan di websitenya (12/7/2012) menyeru agar hak-hak asasi manusia Rohingya diberikan.

ISNA menyatakan keprihatinana mendalam atas kekerasan yang terjadi baru-baru ini atas Muslim Rohingya, yang telah mengalami penderitaan dan tekanan di dalam negeri mereka Myanmar sejak lama.

ISNA menyinggung tentang keharusan Muslim Rohingya memperoleh izin untuk menikah, larangan memiliki lebih dari dua anak per keluarga dan menjadi budak di zaman moderen lewat buruh paksa.

“Karena pemerintah nasional menolak hak kewarganegaraan mereka di tanah kelahirannya, banyak orang Rohingya yang dijarah tanah-tanahnya dan mereka dilarang untuk bepergian,” tulis ISNA.

ISNA dengan teegas menolak kebijakan opresif yang terus diberlakukan atas Muslim Rohingya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kami dengan tegas menentang penggunaan perbedaan etnis dan agama untuk melakukan penindasan terhadap komunitas minoritas, tidak peduli apa negara, agama dan keadaannya.”

“Tindakan yang dilakukan oleh pemerintah Myanmar dalam masalah sekarang ini tidak dapat diterima. Dan orang-orang Rohingya harus mendapatkan hak-hak dasarnya ,” tegas ISNA.

Di bagian akhir pernyataannya, ISNA menjelaskan bahwa mereka bergabung dengan Amnesty Internaional dan oraganisasi lain dalam sebuah konferensi pers pada hari Senin lalu, guna menarik perhataian atas krisis kemanusiaan yang terjadi atas Muslim Rohingya.

Mereka mendesak agar departemen luar negeri tidak melupakan penderitaan Muslim Rohingya dalam diplomasi mereka terhadap Myanmar. Mereka menyeru Amerika Serikat dan semua negara untuk meminta Myanmar mewujudkan koeksistensi damai di negaranya.* 

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AmerikaMuslimmyanmarold migrateRohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Amerika Ribut Seragam Olimpiade Made in China
Tulisan selanjutnya Zionis Bunuh Aktivis Palestina di Perbatasan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?