Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Masjid Dipenuhi Pengungsi, Suriah Butuh Bantuan $500 Juta

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 1 Agustus 2012 12:54
Bagikan
Seorang wanita pengungsi Suriah bersama anak-anaknya.
Bagikan

Hidayatullah.com—Kondisi kemanusiaan yang terus memburuk di Suriah akibat konflik bersenjata antara rezim Presiden Bashar Al Assad dengan kelompok oposisi harus segera ditangani, dan menurut OKI, diperlukan dana USD500 juta untuk keperluan tersebut.

“Kami menyerukan peningkatan bantuan kemanusiaan dan kerjasama antara organisasi internasional dan regional guna menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Suriah yang berada di Suriah dan negara-negara tetangganya,” kata Sekretaris Jenderal Organisasi Kerjasama Islam Ekmeleddin Ihsanoglu.

“Jumlah bantuan yang diperlukan untuk Suriah adalah USD500 juta,” kata Ihsanoglu, dikutip Arab News (1/8/2012).

Pekan lalu Arab Saudi baru saja selesai menggelar kampanye penggalangan dana khusus untuk Suriah, yang berhasil mengumpulkan lebih dari SR440 juta atau lebih dari USD117 juta.

Mengungsi ke masjid

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dilansir oleh BBC (31/7/2012), menurut TV Suriah pasukan pemerintah mengepung beberapa kawasan di Aleppo. Hari Senin (30/07/2012), TV Suriah melaporkan tentara menguasai daerah Salahedin, salah satu tempat yang dikuasai pemberontak.

Namun para aktivis dan komandan pemberontak menyanggah pasukan pemerintah menguasai kawasan itu.

Lebih dari 276.000 warga Suriah meninggalkan negeri mereka sejak Maret 2011, menurut data UNHCR yang dirilis hari Selasa kemarin.

Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan sekolah-sekolah dan masjid-masjid di kota Aleppo Suriah penuh dengan pengungsi yang mencoba menyelamatkan diri dari pertempuran.

Melissa Fleming jurubicara badan urusan pengungsi PBB UNHCR mengatakan bahwa ribuan penduduk di Aleppo yang ketakutan berlindung di masjid-masjid, sekolah dan fasilitas umum lainnya.

“Mereka adalah orang yang belum berhasil keluar dari kota dan belum merasa aman untuk menyelamatkan diri,” katanya.

“Ada 32 sekolah di Aleppo dan kami dengar atau saksikan di setiap sekolah terdapat sekitar 250 sampai 300 orang yang berlindung, banyak di antaranya keluarga dengan anak-anak,” kata Flemming.

UNHCR juga mengatakan sekitar 7.000 orang berlindung di kampus dan asrama universitas.

Secara keseluruhan kata Flemming, antara 15.000 sampai 18.000 orang mengungsi ke berbagai fasilitas umum.

Pengawas PBB yang di Suriah yang dikerahkan untuk mengawasi gencatan senjata yang tidak diterapkan mengatakan tentara menggunakan helikopter, tank, dan artileri dalam serangan terhadap pemberontak yang menguasai kota dalam serangan yang dimulai tanggal 20 Juli lalu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AleppomasjidOKIold migratepengungsisuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pasukan Prancis Mulai Angkat Ransel dari Afghanistan
Tulisan selanjutnya Energi Bersih: Dari Ramadhan Ke Ramadhan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Tak Mau Angkut Senjata 'Israel', Lufthansa Tetapkan Embargo
BeritaIptekes

Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria

Berita Iptekes
27 Agustus 2026 23:34
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
Turki Luncurkan Atlas Sejarah Islam Digital, Rekam Berbagai Peradaban Selama 1.300 Tahun
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?