Hidayatullah.com—Kondisi kemanusiaan yang terus memburuk di Suriah akibat konflik bersenjata antara rezim Presiden Bashar Al Assad dengan kelompok oposisi harus segera ditangani, dan menurut OKI, diperlukan dana USD500 juta untuk keperluan tersebut.
“Kami menyerukan peningkatan bantuan kemanusiaan dan kerjasama antara organisasi internasional dan regional guna menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Suriah yang berada di Suriah dan negara-negara tetangganya,” kata Sekretaris Jenderal Organisasi Kerjasama Islam Ekmeleddin Ihsanoglu.
“Jumlah bantuan yang diperlukan untuk Suriah adalah USD500 juta,” kata Ihsanoglu, dikutip Arab News (1/8/2012).
Pekan lalu Arab Saudi baru saja selesai menggelar kampanye penggalangan dana khusus untuk Suriah, yang berhasil mengumpulkan lebih dari SR440 juta atau lebih dari USD117 juta.
Mengungsi ke masjid
Dilansir oleh BBC (31/7/2012), menurut TV Suriah pasukan pemerintah mengepung beberapa kawasan di Aleppo. Hari Senin (30/07/2012), TV Suriah melaporkan tentara menguasai daerah Salahedin, salah satu tempat yang dikuasai pemberontak.
Namun para aktivis dan komandan pemberontak menyanggah pasukan pemerintah menguasai kawasan itu.
Lebih dari 276.000 warga Suriah meninggalkan negeri mereka sejak Maret 2011, menurut data UNHCR yang dirilis hari Selasa kemarin.
Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan sekolah-sekolah dan masjid-masjid di kota Aleppo Suriah penuh dengan pengungsi yang mencoba menyelamatkan diri dari pertempuran.
Melissa Fleming jurubicara badan urusan pengungsi PBB UNHCR mengatakan bahwa ribuan penduduk di Aleppo yang ketakutan berlindung di masjid-masjid, sekolah dan fasilitas umum lainnya.
“Mereka adalah orang yang belum berhasil keluar dari kota dan belum merasa aman untuk menyelamatkan diri,” katanya.
“Ada 32 sekolah di Aleppo dan kami dengar atau saksikan di setiap sekolah terdapat sekitar 250 sampai 300 orang yang berlindung, banyak di antaranya keluarga dengan anak-anak,” kata Flemming.
UNHCR juga mengatakan sekitar 7.000 orang berlindung di kampus dan asrama universitas.
Secara keseluruhan kata Flemming, antara 15.000 sampai 18.000 orang mengungsi ke berbagai fasilitas umum.
Pengawas PBB yang di Suriah yang dikerahkan untuk mengawasi gencatan senjata yang tidak diterapkan mengatakan tentara menggunakan helikopter, tank, dan artileri dalam serangan terhadap pemberontak yang menguasai kota dalam serangan yang dimulai tanggal 20 Juli lalu.*