Hidayatullah.com—Puluhan Muslim dari kelompok Salafi hari Selasa (30/10/2012) berkumpul di depan Kantor Polisi Malawy di Gubernuran Minya, Mesir, guna menuntut perlindungan atas seorang remaja Qibthy (Koptik), yang berpindah agama memeluk Islam beberapa hari lalu, beserta sejumlah keluarga Muslim yang mendapatkan ancaman.
Kepala Direktorat Keamanan Minya Mamdouh Meqalled mendapatkan telepon dari Mayor Jenderal Essam Mehrez di Minya selatan yang melaporkan insiden itu. Mehrez mengatakan bahwa dirinya menemui sejumlah pengunjuk rasa dan meminta agar mereka tetap tenang.
Anggota Gerakan Pemuda 6 April Muhammad Faruk mengatakan, puluhan orang berkumpul di kantor polisi setelah sejumlah orang Kristen Koptik (Qibhty) dilaporkan mengancam tiga keluarga Muslim yang membantu proses perpindahan agama pemuda Minya itu.
Koran swasta Youm7 mengatakan pada 24 Oktober kemarin bahwa seorang pria Koptik melaporkan putrinya yang berusia 14 tahun hilang. Orang itu berkata, anak perempuannya berangkat sekolah pagi hari seperti biasanya, tetapi dua jam kemudia dia menerima telepon dari orang tidak dikenal yang mengatakan putrinya tidak ada di sekolah.
Youm7 menambahkan, sebelum anak itu hilang, ayahnya menerima telepon lain yang menyatakan agar “menjaga” anak-anaknya. Demikian tulis Al Mishry Al Yaum.*