Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bikin Kongo Melarat, ENRC Putus Kerjasama dengan Milyuner Yahudi

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 10 Desember 2012 11:31
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Perusahaan pertambangan yang terdaftar dalam bursa saham London Eurasian Natural Resources Company (ENRC) menggelontorkan dana US$550 juta untuk membeli saham dalam perusahaan hasil kerjasamanya dengan pengusaha Yahudi Israel, Dan Gertler.

Hal itu dilakukan setelah Dan Gertler, milyuner Yahudi yang dikenal kontroversial, dituduh menjarah kekayaan alam negara Kongo dan menyengsarakan rakyat Kongo dengan meraup untung sebesar US$2,5 milyar dari pertambangan di Kongo. Lebih parah lagi, Gertler minta diusulkan untuk mendapat penghargaan Nobel atas kiprah bisnisnya di Republik Kongo, negara yang dalam daftar PBB termasuk miskin, lansir Guardian (9/12/2012).

ENRC mengakhiri kerjasamanya dengan Gertler setelah mendapat desakan dari banyak pihak termasuk para politisi, investor, dan kelompok kampanye yang meminta ENRC membersihkan dirinya dari bisnis kotor Gertler.

Kerjasama itu berakhir, ketika Gertler menjual semua saham keluarganya yang berjumlah 49,5% di Camrose Resources kepada ENRC, yang sebelumnya telah menguasai sisa saham pertambangan tembaga itu.

Banyak pihak menuding Gertler menggunakan kedekatannya dengan penguasa Kongo untuk mempermudah bisnisnya dan mendapat perlakuan istimewa di negara Afrika yang terkategori terbelakang dan miskin itu. Gertler adalah teman dekat Presiden Kongo Joseph Kabila.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Para anggota parlemen Inggris meminta pemerintah Inggris untuk menghentikan bantuan kepada Kongo, karena pemerintah setempat gagal memakmurkan rakyatnya dari hasil pertambangan sumber daya alam mereka.

Jean Pierre Muteba, pimpinan sebuah LSM pengamat pertambangan Kongo mengatakan, “Dan Gertler benar-benar menjarah Kongo dengan merugikan rakyatnya. Dia memiliki koneksi politik, sehingga perusahaan-perusahaan negara menjual hasil tambang dengan murah kepadanya, yang kemudian dijualnya kembali dengan keuntungan melimpah. Begitu cara dia (Gertler) menjadi milyuner,” kata Muteba.

Gertler adalah cucu dari pengusaha Yahudi yang membuka usaha perdagangan berlian Afrika. Perdagangan berlian Afrika biasa dikenal dengan istilah “blood diamond” (berlian berdarah), karena berlian yang ditambang sama sekali tidak memberikan kemakmuran bagi rakyat setempat dan justru menimbulkan sistem perbudakan. Pelaku bisnis berlian Afrika kebanyakan adalah pengusaha Yahudi. Pasar berlian Eropa sudah menolak belian hasil pertambangan berdarah itu, namun pada kenyataannya batu permata yang menyengasarakan rakyat Afrika itu masih banyak dijual bebas.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Takwa, Ciri Muslim Cerdas dan Berakal
Tulisan selanjutnya Moskow: Rusia Tidak Bicarakan Nasib Assad

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?