Hidayatullah.com—Sebuah pesawat tanpa awak (drone) milik Amerika Serikat, yang digunakan untuk melancarkan serangan udara jatuh di daerah terpencil di sekitar selatan Waziristan, Pakistan, Jumat (21/12/2012).
Menurut Xinhua yang mengutip laporan media-media lokal, pesawat tanpa pilot itu jatuh hari Kamis malam di distrik Wana, Waziristan Selatan yang berbatasan dengan Afghanistan.
Media lokal mengutip sumber-sumber resmi melaporkan, pesawat itu jatuh karena ganguan teknis.
Intelijen Amerika Serikat CIA, melancarkan operasi militer dengan menggunakan pesawat-pesawat tanpa awak di Afghanistan dan Pakistan dengan alasan memburu para teroris yang bersembunyi di tempat-tempat terpencil. Namun pada kenyataannya, korban yang tewas akibat serangan itu sebagian besar merupakan rakyat sipil.
Islamabad berulangkali memprotes operasi tersebut, yang disebutnya sebagai pelanggaran atas kedaulatan negara Pakistan.
Sepanjang tahun 2012, CIA sebagai bagian dari pasukan Amerika Serikat yang memimpin pasukan asing di Afghanistan, melancarkan sekitar 38 (dihitung sebagai kegiatan rutin harian) serangan rudal dengan pesawat tanpa awak yang mengakibatkan sedikitnya 269 orang tewas.
Pada 9 Desember lalu, sedikitnya 4 orang meninggal dunia saat pesawat tanpa awak Amerika Serikat menembakkan 4 rudal ke sebuah rumah di daerah Waziristan Utara, Pakistan.
Tanggal 1 Desember 2012, serangan pesawat tanpa awak Amerika Serikat di Waziristan Selatan menewaskan sedikitnya 4 nyawa, termasuk salah satunya orang yang disebut-sebut sebagai pimpinan Al-Qaidah Abdul Rahman Azman, warga Yaman orang dekat mendiang Usamah Bin Ladin*