Hidayatullah.com—Mantan diplomat Amerika Serikat Paul Bremer dilempar sepatu pekan lalu saat menghadiri pertemuan di Parlemen Inggris, lapor Al Arabiya Ahad (10/2/2013).
Dalam pertemuan yang diselenggarakan oleh Henry Jackson Society, seorang pria Iraq yang diidentifikasi bernama Yassir al-Samarani berdiri untuk berbicara dengan Bremer. Pria itu mengatakan bahwa dia memiliki dua pesan yang ingin disampaikan, satu dari Saddam Hussein dan satunya dari rakyat Iraq.
“Ini pesan pertama,” kata pria itu sambil melempar sepatunya.
Bremer bergerak dengan cepat saat Samarani berusaha melempar satu sepatunya lagi yang akhirnya menabrak dinding.
“Anda harus memperbaiki bidikan anda jika mau melakukan hal itu,” kata Bremer yang berhasil menghindari lemparan sepatu sambil tersenyum.
Saat petugas keamanan datang, memborgol dan membawanya keluar, Samarani berteriak ke arah Bremer, “Anda menghancurkan negara itu (Iraq),” seraya mengutuk Bremer dan demokrasi Amerika.
Bremer berkata, jika Samarani melakukan hal seperti itu saat Saddam Hussein masih ada maka dia pasti sudah mati sekarang.
Menurut media-media Inggris, Samarani akhirnya dibebaskan dengan syarat tidak lagi diperbolehkan menghadiri pertemuan apapun yang digelar oleh parlemen Inggris.
Paul Bremen dikenal dengan perannya sebagai petinggi Amerika Serikat yang menaikkan sipil ke puncak pemerintahan Iraq pasca Saddam Hussein. Sebagaimana diketahui, politisi Syiah Iraq, Nuri al-Maliki lewat pemilihan umum didudukkan Amerika Serikat untuk menjadi perdana menteri yang mengendalikan pemerintahan di Iraq sampai saat ini.*.