Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bosnia Penjarakan Komandan Paramiliter Serbia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 29 Maret 2013 20:54 8:54 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 29 Maret 2013 20:54
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pengadilan Bosnia-Herzegovina memvonis seorang komandan paramiliter Serbia dengan kurungan penjara selama 45 tahun atas kejahatan yang dilakukannya selama konflik bekas negara Yugoslavia di Bosnia pada tahun 1992-1995, lapor BBC (29/3/2013).

Vaselin Vlahovic dinyatakan bersalah atas 60 dakwaan, termasuk pembunuhan, pemerkosaan dan penyiksaan terhadap warga sipil Muslim Bosnia dan Kroasia di Sarajevo.

Pria Montenegro yang dikenal dengan julukan “Monster Grbavica” -diambil dari nama sebuah distrik di Sarajevo- itu mengaku tidak bersalah atas dakwaan-dakwaan jaksa.

Hukuman atas Vlahovic sampai saat ini merupakan vonis penjara terlama yang dijatuhkan hakim terkait kasus kejahatan Perang Bosnia.

Pembacaan vonis berlangsung selama 2 jam, karena banyaknya dakwaan kejahatan yang dilakukan Vlahovic.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam pernyataan penutupnya, jaksa Behaija Krnjic mengatakan, nama Vlahovic merupakan “sinonim dari kejahatan”, di mana dia melakukan pembunuhan atas 31 orang, menculik 14 orang lainnya yang hingga kini belum ditemukan, serta memperkosa 13 perempuan.

Kejahatan yang dilakukan Vlahovic terjadi di tiga distrik berbeda di Sarajevo, Grbavica, Kovacici dan Vraca, yang ketika itu berada di bawah kendali pasukan Serbia antara bulan Mei dan Juli 1992.

Koresponden BBC di Balkan Guy Delauney mengatakan, ini bukan pertama kalinya Vlahovic dihukum penjara. Dia pernah dibui di kampung halamannya di Montenegro karena kasus perampokan, tetapi melarikan diri 12 tahun silam.

Dia kemudian tinggal di Spanyol dengan menggunakan paspor Bulgaria, sampai akhirnya ditangkap dan diekstradisi tahun 2010. Vlahovic juga dicari-cari aparat Spanyol karena kasus perampokan dan di Serbia dalam kasus pembunuhan.

Peradilan di Bosnia atas penjahat perang konflik 1992-1995 ini tergolong cepat dibanding proses hukum serupa yang ditangani Mahkamah Kejahatan Internasional untuk Bekas Yugoslavia (ICTY) di Den Haag. Ambil contoh mantan pemimpin nasionalis Serbia, Vojislav Seselj, yang terlibat kejahatan perang terhadap Muslim Bosnia, hingga sekarang proses peradilannya belum juga selesai padahal dia sudah ditahan ICTY selama 10 tahun.

Baru-baru ini Mahkamah Kejahatan Internasional yang beradai dibawah PBB itu memvonis 2 mantan pejabat Serbia yang terlibat kejahatan atas Muslim Bosnia, Mico Stanistic dan Stojan Zupljanin, dengan penjara 22 tahun. Keduanya mendekam dalam tahanan ICTY masing-masing sejak tahun 2005 dan 2008 sebelum akhirnya divonis hari Rabu kemarin (27/3/2013).*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Syiah Menyusup, Mufti Larang Wanita Libya Nikahi Pria Asing
Tulisan selanjutnya Misy’al dan Haniyah ke Kairo Upayakan Rekonsiliasi Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?