Hidayatullah.com—Pengadilan Bosnia-Herzegovina memvonis seorang komandan paramiliter Serbia dengan kurungan penjara selama 45 tahun atas kejahatan yang dilakukannya selama konflik bekas negara Yugoslavia di Bosnia pada tahun 1992-1995, lapor BBC (29/3/2013).
Vaselin Vlahovic dinyatakan bersalah atas 60 dakwaan, termasuk pembunuhan, pemerkosaan dan penyiksaan terhadap warga sipil Muslim Bosnia dan Kroasia di Sarajevo.
Pria Montenegro yang dikenal dengan julukan “Monster Grbavica” -diambil dari nama sebuah distrik di Sarajevo- itu mengaku tidak bersalah atas dakwaan-dakwaan jaksa.
Hukuman atas Vlahovic sampai saat ini merupakan vonis penjara terlama yang dijatuhkan hakim terkait kasus kejahatan Perang Bosnia.
Pembacaan vonis berlangsung selama 2 jam, karena banyaknya dakwaan kejahatan yang dilakukan Vlahovic.
Dalam pernyataan penutupnya, jaksa Behaija Krnjic mengatakan, nama Vlahovic merupakan “sinonim dari kejahatan”, di mana dia melakukan pembunuhan atas 31 orang, menculik 14 orang lainnya yang hingga kini belum ditemukan, serta memperkosa 13 perempuan.
Kejahatan yang dilakukan Vlahovic terjadi di tiga distrik berbeda di Sarajevo, Grbavica, Kovacici dan Vraca, yang ketika itu berada di bawah kendali pasukan Serbia antara bulan Mei dan Juli 1992.
Koresponden BBC di Balkan Guy Delauney mengatakan, ini bukan pertama kalinya Vlahovic dihukum penjara. Dia pernah dibui di kampung halamannya di Montenegro karena kasus perampokan, tetapi melarikan diri 12 tahun silam.
Dia kemudian tinggal di Spanyol dengan menggunakan paspor Bulgaria, sampai akhirnya ditangkap dan diekstradisi tahun 2010. Vlahovic juga dicari-cari aparat Spanyol karena kasus perampokan dan di Serbia dalam kasus pembunuhan.
Peradilan di Bosnia atas penjahat perang konflik 1992-1995 ini tergolong cepat dibanding proses hukum serupa yang ditangani Mahkamah Kejahatan Internasional untuk Bekas Yugoslavia (ICTY) di Den Haag. Ambil contoh mantan pemimpin nasionalis Serbia, Vojislav Seselj, yang terlibat kejahatan perang terhadap Muslim Bosnia, hingga sekarang proses peradilannya belum juga selesai padahal dia sudah ditahan ICTY selama 10 tahun.
Baru-baru ini Mahkamah Kejahatan Internasional yang beradai dibawah PBB itu memvonis 2 mantan pejabat Serbia yang terlibat kejahatan atas Muslim Bosnia, Mico Stanistic dan Stojan Zupljanin, dengan penjara 22 tahun. Keduanya mendekam dalam tahanan ICTY masing-masing sejak tahun 2005 dan 2008 sebelum akhirnya divonis hari Rabu kemarin (27/3/2013).*