Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dari Sisi Asuransi Bom Boston Bukan Terorisme

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 April 2013 09:29 9:29 am
Ama Farah
Dipublikasikan 20 April 2013 09:29
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Presiden Amerika Serikat Barack Obama beberapa jam setelah terjadi ledakan di dekat garis akhir Maraton Boston langsung menetapkan insiden itu sebagai “serangan teroris”. Namun, jika dilihat dari kacamata lembaga keuangan yang menanggung resiko asuransi, ledakan bom itu tidak termasuk tindak terorisme.

Peraturan tentang jaminan asuransi terkait terorisme, Terrorism Risk Insurance Act, yang disahkan menjadi UU setelah peristiwa 9/11 yang menimbulkan kerugian USD40 milyar, membolehkan para pelaku bisnis untuk mengajukan program reasuransi sehingga mereka mendapatkan perlindungan atas kerugian yang diakibatkan serangan teroris.

Dalam pidatonya menanggapi bom Maraton Boston Selasa lalu, Presiden Obama menyebut “bom yang digunakan menarget warga sipil tak berdosa” sebagai aksi teror, termasuk bom di Boston itu.

Namun berdasarkan undang-undang di AS, kerusakan yang dialami sektor bisnis baru bisa memetik keuntungan dari program reasuransi, jika insiden tersebut telah ditetapkan sebagai “aksi terorisme” oleh Menteri Keuangan dan Kejakssan Agung serta Departemen Luar Negeri, kata laporan Wall Street Journal dikutip Russia Today (18/4/2013).

Agar lembaga-lembaga pemerintah itu bisa mengeluarkan penetapan suatu peristiwa sebagai “serangan teroris”, maka nilai kerugian yang ditimbulkan paling sedikit harus USD5 juta, tidak peduli apapun motif di balik serangan tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sekitar 60 persen badan usaha telah membeli asuransi perlindungan dari serangan teroris. Namun, melihat kecilnya nilai kerusakan yang ditimbulkan bom panci tekan dalam Maraton Boston itu, reasuransi tersebut sepertinya tidak memberikan mereka ganti rugi.

Kedai Starbucks di Jalan Boylston 755, yang bersebelahan dengan lokasi ledakan bom, tidak mengalami kerusakan berat. Hanya beberapa kacanya yang pecah dan sebagian kerusakan struktur di bagian depan kedai, lapor Boston Globe. Kerusakan lainnya hanya dialami bagian depan toko di sekitar tempat kejadian perkara dan juga garis akhir maraton. Gereja Triniti yang terletak di sekitar TKP bahkan tidak mengalami kerusakan. Sebagian besar unit usaha di dekat TKP sudah membuka kembali usaha mereka pada hari Rabu lalu, sementara hanya beberapa saja yang masih tutup, itupun karena masih terkait penyelidikan polisi.

Randy Maniloff, seorang pengacara kawakan bidang asuransi di Philadephia mengatakan kepada WSJ bahwa istilah terorisme yang dipakai Obama kemungkinan digunakan karena kata itu secara umum bisa dipahami. Namun jika merujuk pada masalah asuransi serangan teroris, maka konklusi tentang peristiwa ledakan Maraton Boston itu akan berbeda.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sekjen PBB: Hizbullah Membahayakan Kedaulatan Libanon
Tulisan selanjutnya Kepikunan Dapat Dicegah dengan Melatih Otak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?