Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Jerman Minta Maaf Lepaskan Neo-Nazi Pelaku Pembunuhan Rasis

Ama Farah
Terakhir diupdate: 27 April 2013 07:17 7:17 am
Ama Farah
Dipublikasikan 27 April 2013 07:17
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Jerman meminta maaf kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa atas kesalahannya dalam penyelidikan kasus pembunuhan yang dilakukan oleh kelompok neo-Nazi NSU, beberapa hari sebelum proses pengadilan atas satu-satunya anggota NSU yang tersisa.

Pembunuhan yang dilakukan NSU “tidak diragukan lagi merupakan pelanggaran HAM paling buruk di Jerman dalam beberapa dekade terakhir,” kata Markus Löning dari ombudsman HAM Jerman kepada komite HAM PBB di Jenewa, Kamis (25/4/2013).

“Saya ingin mengulangi permintaan maaf ini secara langsung di forum ini,” katanya lagi.

“Pihak jaksa penuntut gagal mengungkap motif sebenarnya dan oleh karenanya tidak menangkap para pelaku pembunuhan tersebut,” kata Löning dikutip Deutsche Welle.

NSU, sel pembunuh dari kelompok neo-Nazi, dituduh melakukan pembunuhan atas 10 orang antara tahun 2000 sampai tahun 2007. Delapan di antaranya merupakan orang-orang keturunan Turki, seorang tukang kunci keturunan Yunani dan seorang polisi wanita Jerman. Keberadaan tim pembunuh dari gerakan neo-Nazi itu baru diugkap aparat Jerman pada tahun 2011. Satu-satunya anggota yang tersisa, Beate Zschaepe, merupakan anggota inti NSU yang akan disidang mulai 6 Mei mendatang.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Berlin secara terbuka meminta maaf kepada keluarga korban, atas kegagalan detektif-detektifnya menemukan titik dan menghubungkan bukti-bukti yang ada dengan gerakan neo-Nazi, dan karena telah memperlakukan anggota keluarga sebagai tersangka potensial selama penyelidikan berlangsung.

Permintaan maaf itu disampaikan Löning sebagai tanggapan atas pernyataan utusan Turki untuk PBB, Oguz Demiralp, yang mengatakan bahwa sekitar 3 juta orang keturunan Turki di Jerman mengalami kesulitan seiring dengan meningkatnya xenofobia di negara Eropa itu. Demiralp menyarankan agar Berlin melakukan tindakan yang lebih maju dan mengambil tindakan nyata guna mengatasi merebaknya faham neo-Nazi dan xenofobia, ketakutan atas orang asing yang biasanya bertendensi rasis.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Selain Fazlur Rahman Karya Penulis INSISTS jadi Rujukan Mahasiswa UIN
Tulisan selanjutnya Masjid-Masjid Muslim (Sunni) Iraq Dibom Beruntun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Terbaru

  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?