Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dua Menteri Prancis Memboikot Dialog dengan Tariq Ramadan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 Mei 2013 20:05 8:05 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 9 Mei 2013 20:05
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Dua menteri Prancis menolak untuk menghadiri sebuah konferensi guna membahas masa depan Uni Eropa, hari Rabu (8/5/2013), setelah mengetahui bahwa tokoh Muslim Eropa Tariq Ramadan ikut hadir dalam acara tersebut.

Dilansir France24, keputusan Menteri Dalam Negeri Manuel Valls dan Menteri Hak-Hak Wanita Najat Vallaud-Belkacem membatalkan kehadiran mereka dalam dialog tersebut disesalkan oleh pihak penyelenggara.

Konferensi ‘The State of the Union’ digelar oleh European University Institute bekerjasama dengan harian Prancis Le Monde dan harian Inggris The Financial Times. Konferensi tahunan itu mempertemukan tokoh-tokoh politik dan pemikir terkemuka Eropa guna membahas masa depan Uni Eropa.

Stephan Albrechtskirchinger dari European University Institute menyebut keputusan Valls dan Vallaud-Belkacem (wanita keturunan imigran Muslim pertama yang menjadi menteri di Prancis) sebagai suatu hal yang disesali, mengingat Ramadan memiliki “pengakuan akademik tak terbantahkan” sebagai profesor bidang kajian Islam kontemporer di Universitas Oxford.

Tariq Ramadan adalah cucu pendiri Al-Ikhwan al-Muslimun Hassan al-Banna. Banyak kalangan di Eropa memandangnya sebagai Muslim berpikiran moderat dan dipuji karenanya, tetapi tidak sedikit yang menilainya radikal sehingga dia dikecam.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pria yang mengenyam pendidikan di Swiss itu banyak membuat orang Eropa marah dengan teorinya tentang peradaban masyarakat Eropa yang disebutnya semakin menurun dan bagaimana Islam akan berkembang di Eropa.

Tahun 1995, untuk sementara Ramadan dilarang masuk ke Prancis karena dituding terlibat dalam aksi teror di Aljazair, negara bekas jajahan Prancis. Namun hal yang paling membuat orang Prancis geram adalah kritikan-kritikannya terhadap Nicolas Sarkozy. Tahun 2003 Ramadan terlibat perdebatan dengan Nicolas Sarkozy, yang saat itu masih menjadi menteri dalam negeri Prancis, mengenai hukuman mati. Ramadan menolak untuk mengecam hukum rajam.

Bruno le Maire, politisi Prancis dari partai konservatif UMP, yang diundang ke pertemuan Eropa itu kepada Le Monde mengatakan, kehadiran Tariq Ramadan tidak mempengaruhi keikutsertaan dirinya. “Saya biasanya tidak menyerah kepada orang-orang yang berbeda pandangan dengan saya, justru saya melawan mereka,” katanya.

Tokoh lain yang menghadiri acara itu termasuk Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso, ekonom Italia Mario Monti dan pemimpin Partai Buruh Inggris Ed Miliband.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lapak Sayuran Pangeran Charles Gulung Tikar
Tulisan selanjutnya Jerman Setuju Jual Ratusan Tank Bekas ke Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?