Hidayatullah.com—Dinas intelijen Amerika Serikat CIA mengakui keberadaan tempat rahasia bernama Area 51 dalam dokumen rahasia terbaru miliknya, yang dirilis Kamis (15/8/2013), lansir Associated Press.
Arsip Keamanan Nasional Universitas George Washington berhasil mendapatkan informasi itu dari sejarah CIA tentang program pesawat mata-mata U-2 lewat hak meminta catatan publik.
Jeffrey Richelson, senior fellow di Arsip Keamanan Nasional Universitas George Washington, mengkaji sejarah CIA pada tahun 2002, namun semua dokumen yang menyebutkan tentang keberadaan Area 51 telah disunting sedemikian rupa sehingga eksistensinya tidak disebutkan.
Richelson mengatakan dia meminta kembali sejarah CIA tersebut pada tahun 2005 dan baru menerima dokumennya beberapa pekan lalu, di mana penyebutan tentang keberadaan Area 51 sudah dikembalikan seperti semula.
Para pejabat secara tidak langsung sudah mengakui eksistensi fasilitas rahasia itu yang terletak di wilayah tengah negara bagian Nevada. Area 51 tersebut diyakini merupakan tempat pemerintah mengujicobakan berbagai perangkat intelijen dan beraneka senjata.
Richelson menyakini, dokumen yang baru dirilis ke publik itu menunjukkan bahwa CIA agak terbuka mengenai eksistensi Area 51, jika tidak ditanyakan tentang aktivitas apa yang dilakukan di sana.
Area 51 juga diyakini sebagian orang sebagai tempat di mana Amerika Serikat mengarang cerita tentang keberadaan pesawat dan mahluk luar angkasa (allien), serta piring terbang (UFO).*