Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Hadapi Krisis, 3 Juta Warga Melarikan Diri

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 November 2018 15:56 3:56 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 9 November 2018 15:39
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–PBB mengatakan paling tidak sebanyak tiga juta warga Venezuela telah eksodus dari negaranya sejak 2015. Mereka melarikan diri dari krisis ekonomi dan politik yang tengah melanda Tanah Airnya.

Eksodus warga Venezuela didorong oleh tindak kekerasan, hiperinflasi dan kekurangan makanan serta obat-obatan. Eksodus warga Venezuela berjumlah sekitar satu dari 12 penduduk.

“(Jumlah) ini telah meningkat dalam enam bulan terakhir,” kata William Spindler, Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) seperti dikutip dari Reuters, Jumat (9/11/2018).

Ia meminta upaya internasional lebih besar untuk meredakan ketegangan dengan para negara tetangga Venezuela.

Data PBB pada bulan September menunjukkan 2,6 juta warga Venezuela telah melarikan diri. “Peningkatan utama (arus eksodus) terus dilaporkan terjadi di Kolombia dan Peru,” kata Spindler.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca:  Venezuela Krisis Pangan, 400 Orang Ditangkap karena Menjarah Makanan

Kolombia melindungi 1 juta orang Venezuela. Sekitar 3.000 warga tiba setiap hari, dan pemerintah Bogota mengatakan 4 juta warga bisa tinggal di sana pada 2021, menghabiskan biaya hampir USD9 miliar.

Venezuela yang kaya minyak telah tenggelam dalam krisis di bawah Presiden Sosialis Nicolas Maduro, yang telah merusak ekonomi melalui intervensi negara sementara mengawasi lawan politik.

Dia telah menolak angka migrasi sebagai “berita palsu” yang dimaksudkan untuk membenarkan intervensi asing dalam urusan Venezuela.

Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) dan UNHCR mengatakan, eksodus warga Venezuela sedang menekan beberapa negara tetangga, terutama Kolombia.”Negara-negara di Amerika Latin dan Karibia sebagian besar mempertahankan kebijakan pintu terbuka terpuji,” kata Eduardo Stein, Perwakilan Khusus Gabungan UNHCR-IOM untuk Pengungsi dan Migran dari Venezuela.

“Namun, kapasitas penerimaan mereka sangat genting, membutuhkan respon yang lebih kuat dan segera dari komunitas internasional,” imbuhnya.

Sampai hari ini ini, Peru melindungi lebih dari 500 ribu orang. Ekuador lebih dari 220 ribu orang, Argentina 130 ribu orang, Chili lebih dari 100 ribu orang, Panama 94 ribu orang, dan Brasil 85 ribu orang.

Baca: Rakyat Kelaparan, Tentara Venezuela Dikerahkan ke Pasar 

Krisis Ekonomi

Jumlah warga Venezuela yang melarikan diri dari negaranya meroket sejak Nicolas Maduro terpilih menjadi presiden negara itu dan krisis ekonomi memburuk.

Warga Venezuela berbondong-bondong meninggalkan negaranya yang sedang hancur diterpa krisis ekonomi.

Inflasi negara itu telah menembus 80.000% dan membuat harga bahan pokok semakin tak terjangkau karena mata uangnya, bolivar, menjadi tak berharga. Dana Moneter Internasional (IMF) bahkan memperkirakan inflasi negara Amerika Selatan itu akan mencapai 1.000.000% tahun ini.

Baca: Hindari Kelaparan Ribuan Warga Venezuela Menyemut di Pintu Perbatasan Kolumbia

Aliran listrik di beberapa daerah terputus, persediaan makanan dan obat-obatan juga menipis dan memaksa sebagian warga untuk mengonsumsi bahan pangan tidak layak, seperti daging busuk.

Dalam sebuah survei yang diadakan akhir tahun 2017, separuh dari responden berusia 18 hingga 29 tahun serta 55% dari warga kelas menengahnya mengatakan ingin meninggalkan negara itu. Dua per tiga dari mereka yang ingin beremigrasi menyebut kondisi ekonomi negara sebagai alasan keinginan mereka.

Pada kenyataannya, jumlah warga Venezuela yang benar-benar meninggalkan negaranya jauh lebih banyak dan berpotensi menjadi pemindahan paksa terbesar dalam sejarah warga Amerika Selatan, tulis The Economist.

PBB pernah memperingatkan, angka eksodus diperkirakan akan melewati jumlah pengungsi perang sipil Suriah sebesar 6 juta orang.

Pejabat pemerintah daerah akan bertemu di Quito, Ekuador dari 22-23 November untuk mengoordinasikan upaya kemanusiaan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:eksoduskrisis ekonomikrisis politikmelarikan diriVenezuela
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tidak Ada yang kebetulan dalam Hidup
Tulisan selanjutnya Keputusan Brasil Pindahkan Kedutaan ke Baitul Maqdis Ancam Ekspor ke Timur Tengah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?