Hidayatullah.com—Renca perluasan Museum Yahudi Irlandia di Dublin tetap akan dilanjutkan meskipun ditentang warga, lansir BBC (31/12/2013).
Sebagian penduduk di daerah Portobello keberatan dengan penghancuran bangunan rumah susun berlantai lima dan juga sebuah sinagog lama.
Mereka berpendapat bahwa penggalian sedalam 6 meter untuk pondasi bangunan museum akan menghancurkan bangunan-bangunan rumah di sekitarnya.
Warga setempat juga khawatir nantinya daerah tempat tinggal mereka di Walrorth Road akan mengalami kemacetan parah, akibat melonjaknya jumlah pengunjung museum yang diproyeksikan naik dari 10.000 menjadi 50.000 orang setahun setelah diperluas.
Dalam poster protes mereka, warga menunjukkan foto kondisi lalu lintas yang padat saat ini di mana perluasan museum belum dilakukan. Keramaian lalu lintas nantinya akan mengganggu kenyamanan lingkungan tempat tinggal mereka [lihat gambar].
Namun, lembaga yang bertanggunjawab mengeluarkan izin berdalih, perluasan museum itu diperbolehkan karena masih ada kaitannya dengan museum yang ada sekarang dan juga sebuah sinagog lama di lokasi tersebut.
An Bord Pleanála juga berpendapat kenyamanan warga yang tinggal di sana tidak akan banyak terpengaruh.
“Kami cukup marah, sebab kami telah menjelaskan sejumlah argumen yang tidak ditanggapi oleh pemohon [perluasan museum] atau perencana pembangunan … dan karenanya kami menilai keputusan itu sulit untuk dipahami,” kata Catherine Marshall, salah seorang warga yang keberatan dikutip Irish Times.*