Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Maroko Ingin Bergabung Lagi dengan Uni Afrika Setelah 32 Tahun

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 Juli 2016 20:50 8:50 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 18 Juli 2016 20:50
Bagikan
Raja Maroko Muhammad VI.
Bagikan

Hidayatullah.com—Maroko mengajukan permohonan untuk bergabung dengan Uni Afrika lagi, setelah hengkang 32 tahun lalu dari organisasi itu sebagai protes terkait masalah pengakuan atas Sahara Barat.

Dalam pesannya di pertemuan tingkat tinggi UA di ibukota Rwanda, Kigali, hari Ahad (17/6/2016), Raja Muhammad VI mengatakan sudah waktunya Maroko menempati kursinya lagi di organisasi terbesar negara-negara Afrika itu.

“Sejak lama teman-teman kami meminta agar kami kembali bersama mereka agar Maroko dapat mengisi lagi tempat alamiahnya di keluarga institusionalnya,” kata Raja Muhammad VI dalam pidato pembukaan KTT yang akan berlangsung selama 2 hari itu.

“Momen itu telah tiba,” imbuhnya seperti dikutip Associated Press.

Menurut kantor berita resmi Maroko, MAP, pemimpin kerajaan itu mengatakan meskipun negaranya berhenti dari keanggotaan UA, tetapi “tidak pernah meninggalkan Afrika.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Maroko keluar dari UA setelah organisasi itu mempertimbangkan untuk menerima Sahara Barat sebagai anggota resmi. Maroko selalu menganggap Sahara Barat sebagai bagian dari wilayah kerajaannya, sedangkan Front Polisario bentukan orang-orang Sahrawi yang mendiami daerah itu menuntut kemerdekaan.

Awal tahun ini, Maroko memerintahkan Perserikatan Bangsa-Bangsa menarik sejumlah stafnya dan menutup kantor military liaison untuk pasukan penjaga perdamaian MINURSO, setelah Sekjen Ban Ki-moon menggunakan istilah “penjajahan” untuk menyebut kehadiran Maroko di Sahara Barat.

Dalam pesannya Raja Muhammad VI mendesak UA menimbang kembali sikapnya atas apa yang disebutnya sebagai “negara siluman”, dengan mengatakan bahwa solusi politik sedang diupayakan di bawah pengawasan PBB.

Sahara Barat bukan anggota PBB atau pun Liga Arab, kata Raja Maroko itu, seraya menambahkan sedikitnya 34 negara tidak mengakui Sahara Barat.

Diterima tidaknya permohonan Maroko itu harus diputuskan lewat pemungutan suara oleh anggota-anggota Uni Afrika.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KNRP Desak DPR Tidak ‘Masuk Angin’ dalam Memilih Anggota KPI Baru
Tulisan selanjutnya Penasihat IARC: Tak Boleh Ada Kelompok Mau Menang Sendiri

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?