Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Militer Myanmar Masih Gunakan Perkosaan sebagai Senjata Perang

Ama Farah
Terakhir diupdate: 15 Januari 2014 07:10 7:10 am
Ama Farah
Dipublikasikan 15 Januari 2014 07:10
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sebuah organisasi wanita mengatakan militer Myanmar masih menggunakan perkosaan sebagai senjata perang.

Menurut laporan Liga Wanita Burma yang berbasis di Thailand kepada Reuters, lebih dari 100 wanita dan anak perempuan diperkosa oleh anggota militer sejak pemilu 2010 lalu. Sebanyak 47 kasus yang berhasil mereka data merupakan perkosaan yang dilakukan beramai-ramai dan 28 perempuan yang menjadi korban dibunuh atau tewas karena luka-luka yang dideritanya. Beberapa korban di antaranya ada yang baru berusia 8 tahun.

Laporan itu dimunculkan kurang dari satu bulan setelah sebuah kelompok bipartisan terdiri dari para senator Amerika Serikat ternama seperti Bob Menendez, Marco Rubio Ben Cardin dan Bob Corker, mengajukan rancangan undang-undang yang menyebutkan bahwa anggaran tahun 2014 untuk Pentagon tidak boleh diberikan ke Myanmar sampai negara itu melakukan reformasi dan masalah pelanggaran HAM ditanggulangi.

Organisasi wanita itu mengatakan, kasus perkosaan oleh militer yang berhasil didatanya sebagian besar terjadi di wilayah utara tempat tinggal etnis minoritas pemberontak Kachin dan Shan. Dikatakan oleh mereka, Persatuan Wanita Kachin Thailand mencatat 53 kasus kekerasan seksual dilakukan oleh tentara pemerintah Myanmar. Sementara Jaringan Aksi Wanita Shan melaporkan 30 kasus perkosaan dengn korban 35 wanita dan anak perempuan.

Di antara kasus yang disebutkan dalam laporan itu adalah perkosaan atas anak perempuan berusia 8 tahun yang tinggal dengan kakek-neneknya. Bocah itu diperkosa tentara di Hsipaw sebelah utara negara bagian Shan pada 14 April 2013.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kasus lainnya terjadi di Ke See pada 5 Juli 2011 dengan korban anak perempuan berumur 12 tahun. Dia diperkosa di hadapan ibunya dan salah satu korban dalam perkosaan itu adalah wanita yang sedang hamil 9 bulan.

Laporan departemen luar negeri tahun 2012 tentang kondisi HAM di Myanmar menyebutkan, perkosaan dilakukan baik oleh tentara pemerintah maupun pemberontak di negara bagian Kachin dan Shan. Ketika perkosaan terjadi di daerah etnis minoritas dengan pelaku tentara pemerintah, pihak militer jarang mengambil tindakan untuk menghukum pelakunya.

Laporan Human Rights Watch Januari 2013 soal Myanmar mengatakan, kekerasan seksual yang dilakukan oleh tentara pemerintah masih menjadi masalah serius.

Liga Wanita Burma di Thaland tersebut mengatakan perkosaan oleh tentara melibatkan lebih dari 38 batalion dan terjadi sedikitnya di 35 daerah. Kasus perkosaan yang dilaporkan sangat sedikit sekali.

Kepada Reuters (14/1/2014), jurubicara kepresidenan Ye Htut membantah tuduhan tersebut. “Menggunakan perkosaan sebagai senjata bukanlah kebijakan Tatmadaw (militer) kami,” ujarnya*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Doanya Terkabul, Anita Ingin Seluruh Siswi Muslim Bali Dibebaskan Berjilbab
Tulisan selanjutnya Sudah 69 tahun, Sri Bintang Pamungkas tetap Tajam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?