Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Serangan Taliban Tewaskan 3 Pejabat Senior IMF di Afganistan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 Januari 2014 20:05 8:05 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Januari 2014 20:02
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Akibat serangan Taliban,  tiga pejabat Dana Moneter Internasional (IMF) tewas pada hari Jumat (17/01/2014). Mereka yang tewas satu warga negara Inggris dan dua dari Kanada, termasuk di antara 21 orang yang meninggal akibat serangan  bom bunuh diri di Kabul, Afganistan.

Di antara korban serangan di sebuah restoran yang populer di Kabul adalah 13 warga asing,  kata polisi setempat dikutip CNN.

Digambarkan para pelanggan putus asa dan mencoba untuk bersembunyi di bawah meja ketika salah satu penyerang datang dan meledakkan rompi bom. Sementara dua orang bersenjata masuk dan melepaskan tembakan.

Di antara yang meninggal adalah perwakilan senior IMF dari Inggris dan Kanada. Selain itu, ada empat saf PBB di sana juga meninggal, namun tidak diketahui kebangsaannya. Pemilik restoran asal Lebanon dikabarkan meninggal setelah mencoba untuk menembak kembali pada para penyerang.

“Angka korban terbaru adalah 21 meninggal, termasuk 13 orang asing dan delapan warga Afghanistan,” kata kepala polisi Kabul, Mohammad Zahir hari Sabtu (18/01/2014).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Lima perempuan termasuk di antara yang meninggal dan sekitar lima orang luka-luka.”

Restoran Taverna telah lama berdiri dan menjadi tempat makan biasa bagi para diplomat asing, konsultan, pekerja bantuan untuk Afghanistan, dan sibuk dengan pelanggan pada hari Jumat (17/01/2014), hari libur mingguan di Afghanistan.

Seperti kebanyakan di Kabul, restoran itu menjalankan pemeriksaan keamanan yang ketat dengan pengunjung harus melewati penjaga bersenjata dan setidaknya dua pintu baja sebelum diizinkan masuk.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Ban Ki-moon, mengecam keras aksi serangan tersebut. Dia mengatakan bahwa “serangan yang ditargetkan terhadap warga sipil seperti itu benar-benar tidak dapat diterima dan pelanggaran mengerikan terhadap hukum kemanusiaan internasional.”

Serangan itu diklaim oleh Taliban yang menyatakan berperang melawan pemerintah Afghanistan dan pasukan asing pimpinan Amerika Serikat di negara itu.

Seorang juru bicara militan mengatakan bahwa serangan itu untuk membalas serangan udara AS di Provinsi Parwan pada hari Selasa (14/01/2014) malam.

“Pasukan invasi telah membom secara brutal terhadap warga sipil … dan mereka telah mati syahid dan melukai 30 warga sipil. Ini adalah serangan balas dendam dan kami melakukannya dengan baik, dan kami akan terus melakukannya,” kata Zabihullah Mujahid, juru bicara Taliban, dalam sebuah pernyataan.

Lokasi restoran ini berada dikawasan Wazir Akbar Khan. Lokasi ini tak jauh dari sejumlah sejumlah kedutaan negara-negara asing berdiri. Antara lain kedutaan Belgia, Inggris, Denmark, Swedia dan Norwegia. Karena itulah tempat makan ini menjadi salah satu lokasi tempat berkumpulnya para ekspatriat di Kabul.

Insiden ini sendiri terjadi saat restoran Libanon, Taverna du Liban dipadati pengunjung yang tengah menikmati makan malam. Seorang pelaku kemudian meledakan diri di depan pintu masuk.

Penarikan Pasukan 

“Kami dengan tegas mengecam, tentu saja, pada perbuatan tercela terorisme ini,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki di Washington.

Pasukan NATO akan ditarik dari Afghanistan setelah lebih dari satu dekade melawan Taliban di sana, tetapi negosiasi terhenti pada perjanjian keamanan yang akan memungkinkan sebagian tentara AS dan NATO untuk bertahan setelah 2014.

Pasukan keamanan Afghanistan yang masih muda menghadapi tahun yang sulit pada 2014 ini, di mana kelompok pejuang mencoba untuk mengganggu Pemilihan Umum yang akan dilakukan Pemilu 5 April mendatang. Pemilu diadakan untuk memilih pengganti Karzai.

Pasca invasi Amerika dan sekutunya ke Afghanistan praktis membuat Negara ini tidak memiliki keamanan yang pasti.

Banyak tentara asing melakukan pelanggaran kemanuaian. Tahun 2013, pemerintah Aghanistan bahkan meminta pasukan asing dibawa kendali Amerika segera diusir dari tanah itu. Demikian pernyataan Presiden Hamid Karzai hari Pebruari 2013).*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dakwah Perlu Bersinergi dengan Elemen Islam
Tulisan selanjutnya Pengungsi Banjir Penjaringan Padati Rumah Dakwah BMH

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Berita
20 Juli 2026 17:00
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?