Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mengaku Bukan Anggota, Menantu Bin Ladin Bantah Terlibat Serangan 9/11

Ama Farah
Terakhir diupdate: 21 Maret 2014 10:12 10:12 am
Ama Farah
Dipublikasikan 21 Maret 2014 10:12
Bagikan
Sulaiman Abu Ghaith, menantu Usama bin Ladin dan Khalid Sheikh Muhammad (inzet).
Bagikan

Hidayatullah.com—Menantu Usama bin Ladin, Sulaiman Abu Ghaith, secara tidak terduga memberikan kesaksian di sidang pengadilannya sendiri dengan tuduhan terorisme dan dia membantah terlibat dalam rencana Al-Qaida untuk menyerang Amerika Serikat.

Jaksa federal di pengadilan di New York menudingnya menjadi jurubicara dan perekrut untuk Al-Qaida dan mengetahui tentang rencana-rencana serangan terhadap rakyat Amerika. Tuduhan itu dibantah oleh Abu Ghaith, Rabu (19/3/2014).

Dilansir Aljazeera (20/3/2014), keputusan Abu Ghaith untuk bersaksi di persidangan dilakukan sehari setelah hakim distrik Lewis Kaplan memutuskan bahwa dewan juri tidak akan mendengarkan kesaksian dari Khalid Sheikh Muhammad, yang dituduh menjadi otak serangan 9/11.

Muhammad diharapkan menjadi saksi meringankan bagi Abu Ghaith. Dia sekarang dikurung di penjara Guantanamo.

Abu Ghaith pada hari Rabu mengatakan bahwa dia bertemu dengan Muhammad saat di Afghanistan, tetapi mereka tidak membicarakan soal rencana serangan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menjawab pertanyaan dari pengacaranya Stanley Cohen, Abu Ghaith menjelaskan pertemuannya dengan Usama bin Ladin di Afghanistan hanya beberapa jam setelah pesawat bajakan ditabrakkan ke gedung WTC pada 11 September 2001.

Setelah berkendara beberapa jam melalui wilayah pegunungan, Abu Ghaith mengatakan dirinya bertemu dengan Bin Ladin dan beberapa orang letnannya, termasuk Ayman Al-Zawahiri, orang Mesir yang sekarang dianggap sebagai pemimpin Al-Qaida menggantikan Bin Ladin, di dalam sebuah gua.

Abu Ghaith menjelaskan bahwa Bin Ladin menanyakan kepadanya apakah dia mendengar tentang serangan tersebut, yang dijawabnya bahwa dia pertama kali mendengarnya dari laporan berita di media.

“Kita adalah pelakunya,” kata Bin Ladin menurut Abu Ghaith. “Menurutmu apa yang terjadi?”

Abu Ghaith yang berbicara melalui seorang penterjemah, mengatakan dia memperkirakan bahwa Amerika Serikat tidak akan berhenti hingga mencapai dua hal, yaitu membunuh Bin Ladin dan menggulingkan pemerintahan Taliban di Afghanistan.

“Dia (Bin Ladin) bilang, ‘Kamu terlalu pesimistis’,” kata Abu Ghaith kepada juri.

Abu Ghaith mengaku membuat sejumlah video atas permintaan Bin Ladin, termasuk satu di mana dia memperingatkan akan datangnya serangan pesawat. Namun, Abu Ghaith membantah mengetahui rencana-rencana lainnya, seperti bom sepatu oleh Richard Reid yang rencananya diledakkan di atas pesawat tahun 2002.

Abu Ghaith mengaku hanya bertindak sebagai seorang imam (pembimbing agama, red) dan bertindak sebagai jurubicara atas permintaan Bin Ladin untuk menyampaikan “pesan kepada dunia.”

Pernyataan-pernyataan yang dibuatnya berdasarkan poin-poin arahan yang diberikan Bin Ladin.

Menantu Bin Ladin kelahiran Kuwait itu juga mengklaim bahwa sebagian video yag dibuatnya merupakan upaya untuk melawan propaganda anti-Islam yang dilancarkan Amerika Serikat.

“Tujuan saya bukan untuk merekrut siapapun,” kata Abu Ghaith. “Tujuan saya adalah mengirimkan pesan, pesan yang saya yakini bahwa penindasan apabila menimpa negara manapun, rakyat manapun, kelompok orang apapun, maka harus dilawan.”

“Apa yang terjadi adalah murni akibat penindasan yang dialami Muslim.”

Abu Ghaith juga mengaku bahwa dirinya tidak pernah menjadi anggota Al-Qaida.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Perempuan Juga Butuh Pendidikan Politik
Tulisan selanjutnya Amerika dan Rusia Saling Menjatuhkan Sanksi Terkait Krimea-Ukraina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?