Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Saudi Sebut Internasional ‘Khianati’ Oposisi Suriah

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 25 Maret 2014 21:18 9:18 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 25 Maret 2014 21:18
Bagikan
Putra Mahkota Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al Saud yang menghadiri KTT Liga Arab ke-25 di Kuwait City.
Bagikan

Hidayatullah.com–Putra Mahkota Arab Saudi mengatakan hari Selasa (25/3/2014), masyarakat internasional telah “mengkhianati” pihak oposisi Suriah karena gagal mempersenjatai mereka menentang rezim Presiden Bashar al-Assad.

“Perlawanan Suriah yang sah telah dikhianati oleh masyarakat internasional, dengan meninggalkannya sehingga dengan mudah dimangsa pasukan tiran,” kata Putra Mahkota Salman bin Abdulaziz pada KTT Arab di Kuwait City.

Dia mengacu pada janji-janji beberapa negara untuk mempersenjatai pejuang untuk menggulingkan pemerintah Assad, yang didukung Rusia dan Iran.

Arab Saudi adalah salah satu pendukung utama kelompok oposisi terhadap Assad, yang meletus tiga tahun yang lalu dan telah menjadi perang sipil penuh, setelah loyalis melancarkan tindakan keras terhadap pihak oposisi yang menghendaki reformasi demokratis.

“Suriah telah menjadi arena (pertempuran) terbuka dengan melakukan pembunuhan dan perusakan yang dilakukan oleh rezim bengis, didukung partisipasi asing dan teroris bersenjata yang datang dari mana-mana,” kata putra mahkota, dilansir The Express Tribune, Selasa (25/3/2014).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dia menyerukan Liga Arab, yang memiliki 222 anggota, mempercepat penyerahan kursi Suriah kepada pihak oposisi Koalisi Nasional, guna memberikan status formal yang bisa memperkuat pengakuan oleh negara-negara dunia.

“Ini harus diselesaikan… untuk mengirim pesan yang kuat kepada masyarakat internasional sehingga akan mengubah sikapnya terhadap Suriah,” kata Putra Mahkota tentang kursi Suriah.

Kursi Suriah yang dikosongkan setelah Liga Arab menangguhkan keanggotaan Suriah akibat terjadinya konflik,  dijanjikan ditempati kelompok kepada oposisi saat KTT terakhir di Doha.

Tetapi Ketua Liga Arab Nabil al-Arabi mengatakan, oposisi harus memenuhi persyaratan hukum tertentu sebelum mengambil alih kursi.

Akibatnya pimpinan Koalisi Nasional Ahmed Jarba hanya bisa berpidato pada KTT di Kuwait City Senin, tapi tidak diizinkan berbicara dari kursi yang disediakan untuk Suriah.

Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani, dalam pidatonya di pertemuan itu, menuduh pemerintah Suriah berbaring “berpura-pura menerima solusi politik ” tapi sebenarnya “membeli waktu”.

Dilengkapi Persenjataan ‘canggih’

KTT ini dimulai dengan seruan dari oposisi Suriah untuk diperlengkapi persenjataan “canggih”, sementara Arab Saudi menekankan perlunya perubahan dalam keseimbangan militer untuk “mengakhiri kebuntuan”.

Utusan perdamaian dari PBB Lakhdar Brahimi, bersikeras dilakukan “solusi politik” atas konflik tersebut, dan mendesak “diakhirinya pasokan senjata bagi semua pihak”.

Namun pimpinan Koalisi Nasional Suriah, Ahmed Jarba, mengulangi seruan pada masyarakat internasional untuk memasok oposisi dengan “senjata canggih”.

Saudi Putra Mahkota Sheikh Salman bin Abdulaziz mendesak dukungan terhadap para oposisi dan bersikeras dilakukan solusi politik dengan cara  memberi keseimbangan kekuatan guna mengakhiri kebuntuan, sebab pasukan rezim telah ini membuat ‘kemajuan signifikan’.

Konflik di Suriah pada pertengahan Maret ini memasuki tahun keempat, telah menewaskan lebih dari 140.000 orang dan menelantarkan jutaan orang.

Jarba mengatakan, keputusan KTT tidak menyerahkan kursi Suriah di Liga Arab kepada pihak oposisi mengirimkan pesan yang salah kepada Assad  untuk terus “membunuh”.

Namun Brahimi mendesak dilakukan pembicaraan damai. “Saya menyerukan kepada Eropa, PBB, dan Amerika Serikat untuk mengambil langkah-langkah yang jelas untuk mengaktifkan kembali perundingan Jenewa,” katanya, yang putaran terakhir terputus pada tanggal 15 Februari tanpa menetapkan tanggal untuk negosiasi lebih lanjut.

“Tidak ada solusi militer,” tegas Brahimi.

Dia mengatakan pada hari Senin, putaran lebih lanjut dari perundingan Suriah belum “keluar dari pembicaraan pada saat ini “.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PBB Kritik Pelanggaran HAM Israel di Palestina
Tulisan selanjutnya Dinilai Sosok Sombong, 93 % Responden Tolak Ahok jadi Gubernur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?