Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Setengah Senjata Kimia Suriah Sudah Dimusnahkan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 27 Maret 2014 23:03 11:03 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 27 Maret 2014 23:03
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Suriah sudah mengirimkan 49 persen material mentah yang digunakan untuk membuat gas beracun dan gas syaraf untuk dimusnahkan di luar negeri. Demikian kata Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons (OPCW).

OPCW dalam laporannya ke Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan, total persentase bahan kimia yang sudah dipindahkan atau sudah dimusnahkan di dalam negeri mencapai 53,6 persen.

Laporan itu, yang diterima Associated Press pada hari Rabu (25/3/2014), menyebutkan bahwa Suriah berjanji akan menyingkirkan semua senjata kimia yang dimilikinya sebelum 13 April 2014, kecuali di area-area yang “sekarang tidak bisa dimasuki” batas akhirnya adalah 27 April.

Rezim Damaskus setuju untuk menghancurkan semua fasilitas senjata kimianya dan menyerahkan 1.300 metrik ton zat beracun kepada misi gabungan PBB/OPCW sebelum pertengahan tahun ini, sebagai bagian dari negosiasi dengan Amerika Serikat dan Rusia guna menghindari serangan militer Amerika Serikat dan sekutunya.

Bahan-bahan kimia paling berbahaya, termasuk gas mustard (gas sulfur) dan material mentah untuk membuat gas sarin perusak syaraf, dimuat ke sebuah kapal Denmark dan beberapa kapal kargo Norwegia di pelabuhan Latakia dan akan dipindahkan ke sebuah kapal Amerika Serikat, MV Cape Ray, di pelabuhan Giaoia Tauro di Italia. Cape Ray dilengkapi dengan dua mesin yang akan membuat zat-zat kimia itu tidak lagi berbahaya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pemerintah Damaskus sebelumnya tidak dapat memenuhi tengat waktu 31 Desember 2013 untuk mengeluarkan semua bahan kimia berbahaya dati tempat penimbunannya dan tengat waktu 5 Februari 2014 untuk menyerahkan semua cadangan senjata kimianya.

Rezim Bashar Al-Assad berulang kali menuding alasan keamanan sebagai penyebab keterlambatannya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hak dan Kedudukan Wanita dalam Islam menurut Syeikh Salman Al Audah
Tulisan selanjutnya Oposisi Gagal Mendapatkan Kursi Suriah di Liga Arab

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?