Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kalangan Buddha Arakan ingin bentuk Tentara ‘hadapi’ Etnis Muslim

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Mei 2014 07:36 7:36 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Mei 2014 07:06
Bagikan
Kelompok Buddha menekan pemerintah dengan harapan memiliki tentara sendiri
Bagikan

Hidayatullah.com–Politisi Buddha, para biksu dan pemimpin masyarakat di negara bagian Rakhine Myanmar menyelenggarakan konferensi yang menyerukan pembentukan “Tentara Pertahanan Nasional Arakan” yang diharap bisa melindungi warga Budha dari ‘ancaman’ komunitas Muslim Rohingya yang paling teraniaya.

Usulan pembentukan tentara diusulkan oleh perwakilan Kota Buthidaung, Tun Aung Thein dimana mendesak pemerintah mengizinkan pembentukan “Tentara Pertahanan Nasional Arakan”.

Konferensi yang berlangsung di Kota Kyaukphyu dimulai sejak hari Kamis pekan lalu yang merupakan pertemuan terbesar  perwakilan etnis Arakan dalam beberapa dekade terakhir ini dan diadakan di tengah konflik berdarah  yang terus berlangsung  sejak 2012 antara kelompok Buddha Arakan yang merupakan mayoritas dengan jumlah sekitar 2,3 juta orang dan  satu juta komunitas Muslim Rohingya di Arakan utara.

Konferensi ini dihadiri oleh juru bicara Persatuan Parlemen Shwe Mann dan Menteri Kantor Presiden Aung Min.

Dikutip Rohingya News Agency (RNA), Juru bicara Konferensi Arakan Nasional Nyi Nyi Maung mengatakan, mayoritas peserta mendukung proposal yang diajukan oleh perwakilan Kota Buthidaung, Tun Aung Thein.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Keputusan ini mewakili semua orang di Arakan dan pemerintah harus serius mempertimbangkannya,” ujarnya dikutip RNA, Senin (05/04/2014).

Sementara itu, anggota Uni Parlemen Shwe Mann dan Aung Min yang biasanya bertugas menjadi negosiator dalam pembicaraan damai dengan kelompok etnis bersenjata, menghadiri konferensi dalam beberapa hari terakhir.

Nyi Nyi Maung mengatakan peserta Arakan tidak puas atas langkah-langkah keamanan saat ini, khususnya di kota-kota Arakan utara Buthidaung dan Maungdaw, di mana mayoritas penduduknya adalah Muslim.

Daerah, serta kota-kota yang terkena dampak konflik lainnya di sekitar ibukota negara Sittwe, polisi bersenjata dan unit militer mengendalikan setiap aspek kehidupan Rohingya dan jikapun menegakkan aturan mereka memisahkan komunitas Buddha dan Muslim.

Kelompok nasionalis dan otoritas negara Arakan disinyalir kelompok-kelompok hak asasi manusia internasional melaksanakan kampanye kekerasan terorganisir terhadap Rohingya untuk membersihkan etnis komunitas Muslim dari negara itu. Pasukan keamanan telah melakukan berbagai pelanggaran hak asasi terhadap komunitas Muslim dengan impunitas.

Tun Aung Thein, wakil Buthidaung bahkan mengatakan Arakan ingin memiliki unit bersenjata mereka sendiri dalam rangka untuk ‘melindungi’ masyarakat Buddha dari kaum Muslim yang tertindas.

“Di Buthidaung dan Maungdaw, kita memiliki sangat sedikit orang Arakan. Oleh karena itu, kita tidak memiliki keamanan. Orang-orang kami menghadapi ancaman hampir setiap hari meskipun ada polisi dan tentara, “katanya. “Semua perwakilan mendukung usulan saya untuk Tentara Arakan,” tambahnya.

Arakan di Myanmar barat, seperti banyak kelompok etnis lain, menghadapi represi oleh militer Myanmar  selama berada di bawah pemerintahan junta dan membentuk kelompok-kelompok oposisi bersenjata mereka sendiri yang terdiri dari keompok-kelompok hanya berkekuatan ratusan pejuang yang bermarkas di daerah Kachin Laiza dan kelompok oposisi Karen  yang menguasai wilayah sekitar Mae Sot, Thailand.

Konferensi Nasional Arakan juga membahas bagaimana negara miskin bisa memperoleh keuntungan yang lebih besar dari cadangan minyak dan gas yang melimpah di lepas pantai Teluk Benggala yang diekspor dan digunakan untuk membiayai kas pemerintah pusat. “Kami mengadakan diskusi tentang sumber daya alam kami dan kami menuntut 50 persen saham untuk orang-orang Buddha,” kata Nyi Nyi Maung.

Di sisi lain, banyak orang Arakan menentang bantuan internasional untuk Rohingya dan menuduh bahwa PBB dan LSM internasional tidak adil dalam memberikan bantuan karena mendahulukan komunitas Muslim dibanding kaum Buddha. Karenanya saat ini mereka sangat sulit dan kekurangan akses makanan, kesehatan dan pendidikan.

Akhir Maret lalu, massa menyerang kantor Arakan PBB dan LSM di Sittwe dan mengobrak-abrik sekitar dua puluh bangunan yang akhirnya operasi bantuan dihentikan sementara.

Presiden Thein Sein dalam pidato radio bulanan pada Kamis memperingatkan bahwa kerusuhan di Sittwe adalah “universal tidak dapat diterima dan seharusnya tidak pernah terjadi. Kami tidak akan menerima perilaku semacam ini, dan tindakan tegas terhadap pelanggar akan dilakukan.”

Dia mengatakan ECC dibentuk untuk meningkatkan kerjasama antara pemerintah, organisasi internasional, dan perwakilan dari kelompok-kelompok sipil. Masyarakat akan berkonsultasi dan perhatian lebih diberikan ketika melakukan perdamaian, stabilitas dan pengembangan di negara bagian Rakhine.

Etnis Muslim Rohingya di Burma telah mengalami peristiwa kekejaman oleh kelompok Budha selama dua tahun terakhir. Serangan terbaru, sebagaimana dilaporkan lembaga kemanusiaan dan organisasi Hak Asasi Manusia (HAM) PBB tentang pembantaian sedikitnya 48 Muslim Rohingya, yang sebagian besar perempuan dan anak-anak, di bagian barat negara bagian Rakine, Myanmar.

Media resmi pemerintah dan Departemen Penerangan membantah keras laporan tersebut. Namun, sebuah LSM yang berpusat di Thailand, Arakan Project, mengatakan telah menerima banyak laporan bahwa puluhan Muslim Rohingya telah dibunuh oleh pasukan keamanan dan orang-orang Budha Arakan.

Peristiwa ini hanyalah satu insiden dari serangkaian serangan yang menewaskan sedikitnya 240 lebih kaum Muslim Rohingya dan 140.000 orang lainnya  kehilangan tempat tinggalnya dan kini harus mengungsi dan menghadapi serangkaian hal berbahaya di perjalanan, bahkan berkali-kali dideportasi.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:etnis Muslimmuslim Rohingyamyanmar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Usia 65 Tahun Diimbau Tidak Pergi Umrah
Tulisan selanjutnya Lulusan Pesantren Bisa Unggul di Bidang Sains Jika Diberi Kesempatan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?