Hidayatullah.com– Amerika Serikat (AS) sedang mempertimbangkan cara mutakhir membantu penguasa Syiah Iraq melawan peningkatan kelompok milisi Islam yang baru saja menguasai Mosul, Tikrit dan Fallujah.
Para pejabat Amerika, yang meminta namanya dirahasiakan dikutip BBC mengatakan, salah satu dari berbagai pilihan yang sedang dipertimbangkan adalah apakah akan mengirim pesawat tak berawak ke Iraq.
Wakil Sekertaris Pers Gedung Putih Josh Earnest mengatakan Amerika Serikat akan terus memberi Iraq “semua bantuan yang wajar” untuk memerangi ISIL, salah satu sayap Al-Qaidah di Iraq tetapi tidak memberi rincian bantuan tertentu.
Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan pemerintahannya mengkaji ‘semua kemungkinan’ termasuk aksi militer untuk membantu pemerintah Syiah di Iraq mengatasi kelompok Islam tersebut.
Dia menambahkan Amerika Serikat berkepentingan untuk memastikan kelompok jihad ini tidak lagi berkuasa di Iraq.
Pernyataannya disampaikan setelah Mosul dan Tikrit dikuasai kelompok mujahidin dari Sunni, ISIS.
Pemungutan suara parlemen untuk memberikan kekuasaan darurat kepada Perdana Menteri Nouri Maliki sebelumnya tertunda karena kebanyakan anggota DPR tidak muncul. Hanya 128 dari 325 anggota yang hadir.
Sementara itu, pihak ISIS, atau Negara Islamis Iraq dan Syam, merencanakan untuk terus bergerak ke selatan ke ibukota Baghdad, dan daerah yang dikuasai kelompok mayoritas Islam Syiah.
“Sejumlah hal perlu segera dilakukan secara militer,” kata Obama kepada wartawan di Gedung Putih saat bertemu Perdana Menteri Australia Tony Abbott dikutip BBC.
“Saya tidak mengesampingkan apapun karena kami berkepentingan memastikan jihadis ini tidak berkuasa selamanya di Iraq, ataupun Suriah.”
Sementara itu Dewan Keamanan PBB akan hari Kamis (12/06/2014) mengadakan pertemuan guna membicarakan keadaan di Iraq pasca ISIL merebut beberapa kota dan merupakan pukulan berat terhadap pemerintah yang dipimpin Syiah.
Sebelum pertemuan itu, Dewan mengeluarkan pernyataan yang mengecam keras ISIL atas serangan mereka terhadap Mosul.
Sebagaimana diketahui, sebagian wilayah Kirkuk dikuasai ISIL minggu ini. Pasukan pemerintah Syiah memperlambat gerakan pemberontak Rabu 11 Juni di luar Samarra, kota sekitar 110km utara Baghdad.*