Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Amerika Pertimbangkan Kerahkan Militer Bantu Syiah Iraq

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Juni 2014 06:31 6:31 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Juni 2014 06:31
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Amerika Serikat (AS) sedang mempertimbangkan cara mutakhir membantu penguasa Syiah Iraq melawan peningkatan kelompok milisi Islam yang baru saja menguasai Mosul, Tikrit dan Fallujah.

Para pejabat Amerika, yang meminta namanya dirahasiakan dikutip BBC mengatakan, salah satu dari berbagai pilihan yang sedang dipertimbangkan adalah apakah akan mengirim pesawat tak berawak ke Iraq.

Wakil Sekertaris Pers Gedung Putih Josh Earnest mengatakan Amerika Serikat akan terus memberi Iraq “semua bantuan yang wajar” untuk memerangi ISIL, salah satu sayap Al-Qaidah di Iraq tetapi tidak memberi rincian bantuan tertentu.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan pemerintahannya mengkaji ‘semua kemungkinan’ termasuk aksi militer untuk membantu pemerintah Syiah di Iraq mengatasi kelompok Islam tersebut.

Dia menambahkan Amerika Serikat berkepentingan untuk memastikan kelompok jihad ini tidak lagi berkuasa di Iraq.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pernyataannya disampaikan setelah Mosul dan Tikrit dikuasai kelompok mujahidin dari Sunni, ISIS.

Pemungutan suara parlemen untuk memberikan kekuasaan darurat kepada Perdana Menteri Nouri Maliki sebelumnya tertunda karena kebanyakan anggota DPR tidak muncul. Hanya 128 dari 325 anggota yang hadir.

Sementara itu, pihak ISIS, atau Negara Islamis Iraq dan Syam, merencanakan untuk terus bergerak ke selatan ke ibukota Baghdad, dan daerah yang dikuasai kelompok mayoritas Islam Syiah.

“Sejumlah hal perlu segera dilakukan secara militer,” kata Obama kepada wartawan di Gedung Putih saat bertemu Perdana Menteri Australia Tony Abbott dikutip BBC.

“Saya tidak mengesampingkan apapun karena kami berkepentingan memastikan jihadis ini tidak berkuasa selamanya di Iraq, ataupun Suriah.”

Sementara itu Dewan Keamanan PBB akan hari Kamis (12/06/2014) mengadakan pertemuan guna membicarakan keadaan di Iraq pasca ISIL merebut beberapa kota dan merupakan pukulan berat terhadap pemerintah yang dipimpin Syiah.

Sebelum pertemuan itu, Dewan mengeluarkan pernyataan yang mengecam keras ISIL atas serangan mereka terhadap Mosul.

Sebagaimana diketahui, sebagian wilayah Kirkuk dikuasai ISIL minggu ini. Pasukan pemerintah Syiah memperlambat gerakan pemberontak Rabu 11 Juni di luar Samarra, kota sekitar 110km utara Baghdad.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AmerikaObamaPBB
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Balon Tiruan Yesus di Yang Kurang Disukai di Melbourne
Tulisan selanjutnya Intelijen ‘Israel’ Cemas Hamas dan Jihad Islami Miliki 400 Roket Jarak 80 KM

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Berita
13 Juli 2026 16:30
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?