Hidayatullah.com–Seorang warga Arab Saudi yang bepergian ke Sierra Leone dan memiliki gejala sama seperti penderita Ebola telah meninggal dunia pada hari Rabu (6/8/2014) karena serangan jantung, kata Kementerian Kesehatan dilansir Saudi Gazette.
“Pasien itu meninggal karena serangan jantung, meskipun sudah dilakukan upaya-upaya oleh petugas medis untuk meresusitasinya,” kata kementerian.
Sampel dari pasien ersebut sudah dikirimkan ke sebuah laboratorium internasional yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan dia dinyatakan negatif dari demam berdarah (dengue fever)
Sejak merebak wabah Ebola Februari lalu, 932 orang telah meninggal dunia dan lebih dari 1.603 orang terinfeksi di Afrika Barat.
Kasus di Saudi diumumkan hari Selasa (4/8/2014) oleh Kementerian Kesehatan, yang mana pasien ketika itu dikarantina di sebuah rumah sakit di Jeddah.Dia dilarikan ke rumah sakit setelah menunjukkan demam disertai pendarahan setibanya dari Sierra Leone.
Bulan April Saudi mengumumkan larangan visa haji/umrah bagi Muslim dari tiga negara Afrika Barat, Guinea, Sierra Leone dan Liberia, menyusul wabah Ebola yang semakin meluas dan merenggut ratusan jiwa.
Hingga saat ini WHO belum menyatakan Ebola sebagai krisis internasional.
Virus Ebola menular lewat cairan dan kotoran tubuh penderita termasuk keringat dan air liur. Penderita akan mengalami demam dan pendarahan luar serta dalam yang memicu kegagalan fungsi pada organ tubuh.*