Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tokoh Turkmen: Persenjatai Kurdi, Negara Barat Ingin Memecah Iraq Jadi Tiga

Ama Farah
Terakhir diupdate: 19 Agustus 2014 08:48 8:48 am
Ama Farah
Dipublikasikan 19 Agustus 2014 08:45
Bagikan
Peshmerga (pasukan Kurdi) menguasai daerah Kirkuk, Iraq.
Bagikan

Hidayatullah.com–Orang-orang dari suku Turkmen di Iraq, salah satu kelompok minoritas yang terdampak atas konflik yang sedang terjadi di Iraq, menuntut agar mereka juga diberikan senjata untuk melawan kelompok ISIS/ISIL, sebagaimana yang diberikan ke suku Kurdi.

Arshad Al-Salihi, pemimpin Front Turkmen Iraq (ITC) memperingatkan bahwa pemberian senjata oleh Amerika Serikat dan negara-negara Uni Eropa kepada pasukan Kurdi, Peshmerga, dapat memicu perubahan dinamika di kawasan itu.

“Keputusan AS dan UE untuk memberikan senjata kepada orang-orang Kurdi serupakan langkah yang baik dan positif guna melawan organisasi teroris ISIL. Namun, bantuan ini seharusnya tidak diberikan hanya kepada orang-orang Kurdi. Orang-orang Turkmen seharusnya juga diberikan bantuan senjata,” kata Al-Salihi kepada Hurriyet (18/8/2014).

Pemimpin Turkmen, yang sebelumnya mengatakan bahwa mereka tidak akan meminta bantuan senjata dari Turki atau negara lainnya itu, mengatakan bahwa jika bantuan senjata tersebut hanya diberikan kepada orang-orang Kurdi,, maka hal itu mengindikasikan bahwa “ada rencana dan permainan lain” dibalik keputusan tersebut.

Dukungan yang diberikan negara-negara Barat atas orang-orang Kurdi bisa jadi didorong oleh “rencana untuk memecah belah Iraq menjadi tiga bagian, yang terdiri dari wilayah Syiah di selatan, wilayah Kurdi yang diperkuat di utara dan wilayah Muslim (Sunni) di Iraq bagian tengah,” kata Al-Salihi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pemimpin Turkmen itu juga mengatakan, pembentukan daerah khusus untuk orang-orang Kristen dan Yazidi di Nineveh bisa jadi merupakan bagian dari rencana itu.

Orang-orang Turkmen tidak akan dapat lagi hidup bersama dan mengakses tanahnya jika rencana-rencana itu direalisasikan, kata Al-Salihi.

“Tidak mungkin bagi kami untuk menerima hal semacam itu,” ujarnya.

Tokoh suku Turkmen itu juga meminta agar organisasi-organisasi internasional tidak mengabaikan masalah yang dihadapi oleh orang-orang Turkmen, sebab menurutnya orang-orang Turkmen menderita kerugian nyawa dan harta yang paling besar akibat konflik yang sedang terjadi di Iraq saat ini.

“Bukanlah pendekatan yang tepat bagi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan hanya melihat orang-orang Kristen dan Yazidi sebagai kelompok yang harus ditolong di Iraq,” tegasnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Inggris Bantah Menunda Publikasi Laporan Soal Al-Ikhwan Al-Muslimun
Tulisan selanjutnya Bela Gaza, Remaja Masjid Aminah Al-Fajr rela Jual Kardus dan Barang Bekas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup

Berita
29 Agustus 2026 09:56
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang

Terbaru

  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?