Hidayatullah.com—Aksi menentang masuknya kapal asal Israel di pelabuhan Oakland, California utara, hari Sabtu (16/8/2014) oleh ribuan demonstran dari the Arab Resource and Organizing Center (AROC) sebagai respon terhadap pemboman Israel di Gaza juga diselipkan pembelaan atas kasus pembunuhan yang menimpa remaja kulit hitam, Michael Brown (18 tahun) di Ferguson, Missouri.
Sambil menghadang masuknya kapal Israel,para demonstran berulang-ulang meneriakkan dukungan pada Michael Brown.
“Dari Ferguson ke Palestina, kebrutalan polisi adalah kejahatan,” “Angkat tangan, jangan tembak!” serta “Halangi kapal itu! Halangi, halangi kapal itu! ” dan “Bebaskan Palestina, Hidup Intifada!” dikutip ke The Electronic Intifadah.
Seperti diketahui, Brown yang tidak bersenjata ditembak mati oleh seorang polisi Missouri pada tanggal 9 Agustus saat ia berusaha untuk menyerah.
Kasus Michael Brown yang berujung kerusuhan di Ferguson dipicu oleh akar lama. Seperti diketahui, seluruh penduduk yang bermukim di kota Ferguson (67% di antara mereka adalah warga kulit hitam), tapi hanya 17% anggota City Council Ferguson dan 6% aparat kepolisiannya yang berkulit hitam.
Bagi warga kulit hitam di Ferguson, seperti dikutip Vox, penembakan terhadap Michael Brown adalah merepresentasikan ketidakadilan sosial dan politik yang selama ini mereka hadapi.
Kejadian ini memicu protes yang terus di berlangsung di Ferguson dan seluruh negara bagian Missouri sebagai respon atas tindakan brutal polisi yang tidak beralasan dengan sasaran seorang pemuda Amerika Afrika.
Bahkan sebelum para demonstran berhasil sampai ke dermaga, para penyelenggara protes mendapat kabar kapal Zim akan tetap di laut dan tidak berlabuh di Pelabuhan Oakland.
Anggota the Arab Resource and Organizing Center (AROC) sempat membacakan pernyataan keberhasilan ketika mereka terus berjalan menuju dermaga Berth 57, di mana Zim Pireaus dijadwalkan berlabuh.
“Zim Pireaus tiba di California Utara sore kemarin Sabtu (16/08/2014).
“Kapal itu bisa merapat pada Sabtu pagi. Kami menjauhkan Zim dari tempat semestinya karena kesiapan dan mobilisasi kami pada pukul 05:00 sore. Kami muncul lagi pada pukul 03:00 dini hari untuk menghentikan kru bekerja membongkar kapal. Tindakan kami hari ini telah mengirim pesan yang jelas bahwa genosida dan apartheid tidak diterima di Oakland, atau di mana saja di Pantai Barat.
“Aksi kami bersama dengan ratusan ribu orang yang dimobilisasi di seluruh dunia sebagai solidaritas kepada rakyat Palestina yang tangguh harus mengirim pesan yang jelas dan bergema bahwa awal dari usaha mengakhiri rezim apartheid Zionis di Palestina ada di tangan kita,” ujarnya.
Pada saat yang sama di dermaga Berth 57, para pembicara dari sekitar 70 organisasi yang berbeda yang telah menyokong aksi ini membacakan pernyataan solidaritas.
“Sebagaimana orang-orang di Gaza di bawah pendudukan memiliki hak untuk membela diri … demikian juga orang-orang di Ferguson berhak membela diri dari sistem rasis,” ujar Eyad Kishawi, aktivis lokal mengatakan kepada para demonstran.
Assil mengatakan bahwa AROC termotivasi untuk meningkatkan daya gerak aksi-aksi di masa-masa yang akan datang. Dia menambahkan, aliansi yang kuat antara para aktivis solidaritas Palestina dan para pekerja telah mensuksesan aksi ini.*