Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

‘Made in Palestine’: Cara Kreatif Penggalangan Dana Dukung Palestina

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 September 2014 14:30 2:30 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 September 2014 14:29
Bagikan
Bagikan

Oleh: Brooke Benoit

BOIKOT, Divestasi dan Sanksi (BDS) adalah cara yang sangat bagus untuk mendukung Palestina dan alat yang terbukti efektif untuk perubahan sosial. Ada juga kesempatan untuk berkontribusi di sektor ini, di luar sumbangan amal, yaitu dengan membeli berbagai produk yang dibuat di Palestina.

Morgan Cooper dari California baru-baru ini membuka sebuah toko online ‘Made in Palestine’, yang menjual beberapa barang dari para penjual dan koperasi-koperasi di wilayah tersebut. Cooper menjelaskan bagaimana dan mengapa dia mengembangkan peluang perdagangan ini untuk kepentingan para pengrajin dan keluarga Palestina.

Cooper pertama kali datang ke Palestina sepuluh tahun yang lalu ketika ia mengunjungi seorang teman yang mengajar di Ramallah. Pada saat itu, ia hanya kenal satu keluarga Muslim dan menertawakan dirinya sendiri karena tidak tahu apa itu hummus dan falafel”.

Cooper menjadi terpikat kepada orang-orang dan budaya Palestina,  lalu meminta temannya untuk mencari keluarga yang bersedia menjadi tuan rumah baginya agar bisa tinggal di Palestina lebih lama lagi. Keluarga dengan empat anak yang penuh kasih sayang itu mengadopsi Cooper sebagai anak, dan ia mulai mengunjungi wilayah itu selama beberapa bulan dalam setahun sampai ia akhirnya pindah dan hidup disana pada musim panas 2007.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebagai warga negara Amerika, Cooper merasa bimbang pergi ke wilayah tersebut, “Warga Amerika memiliki tanggung jawab khusus karena kami mendanai ketidakadilan luar biasa besar ini dan memberikan dukungan moral kepada penjajah Israel untuk menentang hukum internasional. Setiap kali saya berjalan melalui sebuah pos pemeriksaan, sebagai seorang Amerika saya merasakan ketidakadilan yang didanai pemerintah saya sendiri dan saya takut ketidakadilan ini akan menimpa keluarga baru saya. ”

Januari 2012, Cooper menikah dengan seorang Palestina bernama Saleh Totah, pemilik restoran dan aktivitis pecinta lingkungan, dan pasangan ini segera menginvestasikan tabungan mereka yang terbatas ke Mashjar Juthour, sebuah badan usaha pelestarian lingkungan yang dirancang untuk melestarikan flora dan fauna dari Palestina, serta memberikan tempat untuk merasakan udara segar yang menyehatkan kepada orang-orang Palestina yang telah terputus dari  tanah air mereka.

Mashjar Juthour, yang berarti “tempat pohon-pohon” dan “akar”, telah disebut dengan beberapa nama, di antaranya “Museum hidup fauna dan flora Palestina” dan “Arboretum pertama Palestina.”

Juthour (karena mereka umumnya menyebutnya sebagai proyek) adalah sebidang tanah seluas 10 dunnams (sekitar 2,5 hektar) di Thahr al Okda yang terletak di atas bukit di pinggiran kota Ramallah.

Juthour bukan hanya melindungi dan melestarikan pohon zaitun kuno dan pohon ek liar, sebagai taman pelestarian lingkungan, juga menyediakan ruang terbuka bagi masyarakat untuk menikmati alam bebas.  Terdaftar sebagai usaha nirlaba, Juthour menjadi tuan rumah bagi banyak lokakarya dan kegiatan untuk membantu menghubungkan orang-orang Palestina kepada tanah air mereka, warisan sah mereka.

Pada Oktober 2013, Juthour mempekerjakan staf agar bisa secara baik dan benar mengolah dan merawat tumbuh-tumbuhan yang diabaikan, sambil melanjutkan ujuan utama, yaitu untuk menyediakan perkemahan musim panas, terutama bagi anak-anak yang tinggal di kamp-kamp pengungsi. Kebutuhan ruang hijau bagi anak-anak dijelaskan oleh Cooper:

“Lebih dari 750.000 warga Palestina pada tahun 1948 dipaksa oleh para pemukim Zionis untuk meninggalkan rumah mereka. Saat ini mereka tinggal di daerah kumuh. Orang-orang ini yang memiliki tanah – yang dipanen hasilnya sepanjang musim oleh para pemukim Zionis – begitu terasing dari warisan alam mereka “.

Seorang gadis muda yang baru-baru ini mengunjungi perkemahan musim panas ini mengatakan kepada Totah, “Saya berharap kami bisa pindah ke sini. Saya berharap rumah saya selalu di sini.”

Cooper menjelaskan,” Gadis itu tinggal di kamp pengungsi wilayah Jala, sebuah komunitas yang dibangun di luar Ramallah dengan rumah-rumah beton yang tinggi dan dipisahkan dengan jalan sempit, berhadapan dengan pemukiman ilegal Israel  dimana orang-orang Yahudi Israel sering menembaki anak-anak sekolah Palestina”.

Kisah Dibalik ‘Made in Palestine’

Memperoleh dana untuk perkemahan Juthour terbukti lebih menakutkan daripada yang Cooper sangka. Setelah pengalaman  ditawari sejumlah kecil dana yang dibatasi untuk tidak digunakan untuk membiayai infrastruktur yang diperlukan, Cooper mulai mencoba penggalangan dana melalui penjualan barang buatan lokal. Awalnya Cooper berusaha membina hubungan, untuk mengenal produk-produk yang dibuat secara lokal dan orang-orang yang membuatnya.

Dia membeli barang-barang secara terbuka dalam praktek perdagangan yang fair dan menjualnya kembali di beranda sebuah kafe di Ramallah. Tak lama kemudian, Cooper mulai menjual barang-barang  ke luar negeri, tapi karena dia menikah dengan orang Palestina, dia dilarang memasuki Yerusalem dan menggunakan layanan pos yang lebih kredibel.*/bersambung Hidup di Bawah Pendudukan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
12Halaman selanjutnya
TAG:gazaisraelpalestinaZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bahagia di Dunia, Mulia di Akhirat
Tulisan selanjutnya Kritik Muslimah HTI atas Pelarangan Kerudung Siswi SD di Papua

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?