Hidayatullah.com–Para pejabat keamanan Yaman mengatakan pemberontak Syiah yang mengadakan aksi duduk-duduk telah memblokir jalan utama menuju bandara internasional di ibukota, demikian dikutip Voice of America (VoA).
Para pejabat mengatakan para anggota Syiah al-Hautsi memasang tenda-tenda hari Ahad di jalan menuju ke bandara Sana’a dan di dekat kementerian komunikasi. Para pejabat itu berbicara dengan syarat tidak diungkapkan jatidirinya karena mereka tidak berwenang memberikan keterangan kepada wartawan.
Al-Hautsi telah berkemah selama hampir tiga minggu di ibukota itu, memrotes pemerintah dan menyerukan untuk dipulihkannya subsidi BBM.
Kelompok ini kabarnya didukung oleh partai politik mantan Presiden Ali Abdullah Saleh, Partai Kongres Umum Rakyat (GPC).
Anggota al-Hautsi bersenjata telah pindah dari kubu mereka di provinsi Sada’a, Yaman utara ke pinggiran ibukota dalam beberapa hari ini, dalam eskalasi protes lebih lanjut.
Dammaj merupakan jantung sebuah kota yang didominasi kaum Syiah di Yaman. Yaman pernah dilanda konflik sektarian, di mana setiap kubu, termasuk kelompok Hautsi Syiah saling menebar ancaman. Kondisi itu diperparah dengan perpecahan di tubuh militer.
Tahun 2013, kelompok pemberontak Syiah al-Hautsi dan kelompok Salafy pernah bertempur selama dua minggu terakhir. Di tempat ini terdapat Pesantren Darul Hadits, milik kelompok Salafy yang didirikan oleh Syeikh Muqbil al-Wadhi’i dan dilanjutkan Syeikh Yahya al-Hajuri.
Reuters, pada Rabu (13/11/2013), melaporkan, bahwa sekitar 100 orang tewas dalam pertempuran itu.
Syiah Hautsi adalah kelompok pemberontak yang berkembang di dataran Yaman Utara. Memiliki prinsip yang sama dengan milisi Syiah Hizbullah di Libanon, baik ideologi maupun pemikiran politik. Juga dinilai berakidah sama dengan Syiah dua belas imam (Syiah Iran). Nama kelompok ini dinisbahkan kepada pemimpin pemberontakan yang pertama, Husain Badruddin al-Hutsi. Karena itu, sering disebut Al-Hutsiyyun [Arab:الحوثيون].*