Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Buat Zona Penyangga, Mesir Gusur Penduduk Dekat Perbatasan Gaza

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 Oktober 2014 21:45 9:45 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 30 Oktober 2014 21:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Mesir mulai menggusur warga penduduk di sekitar perbatasan dengan Jalur Gaza pada hari Rabu (29/10/2014) untuk membuat zona penyangga, menyusul semakin memburuknya situasi keamanan negara sejak dilengserkannya Muhammad mursy dari kursi presiden.

Sehari setelah diperintahkan tentara untuk menyingkir, banyak warga di daerah itu mengemasi barang-barang milik mereka dan mulai meninggalkan daerah tersebut ketika pengumuman resmi penggusuran tersebut disampaikan.

“Jika ada penduduk yang menolak untuk meninggalkan tempat itu dengan cara membangkang, barang-barang mereka … akan disita secara paksa,” demikian bunyi pengumuman tersebut yang ditandatangani oleh Perdana Menteri Ibrahim Mehlab.

Jenderal Abdul Fattah Harhour, gubernur wilayah Sinai yang semakin rawan seperti tak ada hukum yang berlaku, mengatakan bahwa penduduk yang tergusur akan mendapatkan kompensasi atas rumah mereka.

Mesir menyatakan keadaan darurat di daerah perbatasan setelah sedikitnya 33 aparat keamanan terbunuh dalam dua serangan hari Jumat lalu di Semenanjung Sinai, daerah terpencil tetapi strategis yang berbatasan langsung dengan Jalur Gaza, wilayah yang dikuasai Israel dan Terusan Suez.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Seorang guru yang mengajar di sebuah sekolah di perbatasan mengatakan pemerintah seharusnya memberikan peringatan lebih dini kepada penduduk dan memberikan kompensasi sebelum menyuruh mereka pergi.

“Apa yang terjadi sekarang akan mengurangi cinta rakyat kepada negaranya dan membuat mereka kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah,” kata guru yang enggan disebutkan namanya itu dikutip Reuters.

Setiap keluarga yang digusur akan menerima 900 pound (sekitar 1,5 juta rupiah) untuk membayar sewa rumah selama tiga bulan di tempat lain, kata Harhour. Sementara kompensasi untuk properti yang digusur sedang dihitung.

Sumber keamanan mengatakan penduduk yang mendiami daerah 300 meter dari garis perbatasan akan digusur pada tahap pertama. Tahap selanjutnya akan menggusur penduduk yang berada 200 meter dari perbatasan.

Penduduk di perbatasan mengatakan  sekitar 680 rumah akan dihancurkan. Pasukan keamanan sebelumnya telah menghancurkan sekitar 200 rumah yang di dalamnya ditemukan pintu terowongan menuju Gaza.

Penduduk Sinai, wilayah Mesir yang sudah lama diabaikan pemerintah pusat, mengatakan mereka mengandalkan terowongan-terowongan itu untuk kelangsungan hidupnya. Tetapi pihak aparat melihatnya sebagai ancaman terhadap keamanan negara.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Otoritas Palestina Abbas: Keputusan Israel Tutup Al Aqsha adalah Pengumuman Perang
Tulisan selanjutnya Zionis-Israel Tutup Masjid Al-Aqsha, Hamas Serukan Mobilisasi Umum

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?