Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Barat Jajah Umat Islam Dengan Pemikiran Liberal

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 Desember 2014 10:57 10:57 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Desember 2014 10:57
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemimpin redaksi Majalah Al-Bayan, Dr Ahmad Abdel Rahman mengatakan, seminar bertema “Proyek Liberalisme; Dimensi dan Mekanismenya” membuka ruang untuk mendiskusikan proyek-proyek liberalisme yang terjadi di negara-negara Muslim.
“Dalam konferensi ini kita akan menunjukkan dan perjelaskan tentang ideologi- ideologi melanda umat Islam saat ini,” katanya dalam seminar internasional bertema “Proyek Liberalisme; Dimensi dan Mekanismenya” di di Hotel Royale Chulan, Sabtu (20/12/2014) kemarin.

Menurut Abdel Rahman, Barat menyerang Muslim dengan pemikiran liberalnya.

Menurutnya, Barat telah diperkenalkan kepada masyarakat mereka menyerang ini (liberalisme sosial) terbaik untuk orang-orang Muslim di Malaysia.

“Barat tertanam keyakinan bahwa komunitas Muslim akan bergerak maju jika mereka mendapatkan dari tradisi dan pandangan kita mengadopsi sejak pertama.”

Menurutnya, liberalime berpikir telah dimulai sejak kolonisasi pertama invasi negara-negara Islam.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Hal ini karena mereka ingin menghapus semua pemahaman Muslim dan kepatuhan umat pada Rasulullah.

“Barat mengenali dan memahami bahwa kemuliaan Islam akan hilang jika mereka (umat Islam) tidak menyadari bagaimana kebangkitan Islam dimulai sejak zaman Rasulullah,” katanya dikutip laman ismaweb.

Dia juga mengatakan, menjadi satu ketakutan apabila masyarakat akan mengikuti telunjuk barat seperti yang selalu dicanangkan.

Oleh karena itu, ia merasa tertarik untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang serangan pikiran-pikiran ini, sehingga tidak ikut dan terpengaruh olehnya.

Di antara tokoh-tokoh lokal yang terlibat dalam menyampaikan makalah adalah Sekretaris Biro Politik ISMA Mohd Hazizi Ab Rahman, Presiden Persatuan Belia Islam Nasional (PEMBINA) Ibrahim Mohd Hasan Al-Hafiz, Prof Dr Rashid Zainur Zakaria dan Kepala Studi dan Perbandingan Agama ISMA Tuan Haji Shaharuzzaman Bistamam Ramli.

Juga perwakilan beberapa Negara Muslim; Dr Mohd Al-Abdah (Palestina), Dr Abdul Rahman Al-Silmi, Dr Fuad Abdul Karim dan Dr Fahd Al-Ajlan (Arab Saudi), Dr. Muhammad Eric dan Dr Atiyah (Mesir).

Di antara belasan tema dan materi pembahasan, tema pengalaman Indonesia dan Malaysia dalam gerakan liberalisasi pemikiran Islam mendapat perhatian yang sangat panas, dan membuat prihatin para ulama dan cendekiawan negara-negara Islam. Perkembangan liberalisasi seperti yang dipraktekkan aktifis Jaringan Islam Liberal (JIL) dan oknum-oknum dosesn UIN/IAIN dipaparkan secara atraktif oleh Henri Salahuddin.

Demikian pula pengalaman liberalisasi di Malaysia dalam hal ini yang dipraktekkan oleh organisasi semacam SIS (Sisters in Islam), IRF (Islamic Renaissance Front) dan pemikiran partai sekuler Democratic Action Party (DAP) dan The National Evangelical Christian Fellowship dipaparkan secara gamblang oleh Dr. Zainur Rasyid dan Tuan Haji Shaharuzzaman Bistamam.

Ada benang merah dalam tema-tema yang diusung kaum liberal di Malaysia dan Indonesia seperti isu kebebasan, pluralisme agama, HAM, kawin beda agama, perkawinan sejenis, pembelaan terhadap aliran sesat, dan penistaan agama

Delegasi dari Indonesia yang berpartisipasi dalam seminar diantaranya: Dr. Anis Malik Toha (Rektor Universitas Islam Sultan Agung -UNISSULA- Semarang), Farid Okbah (praktisi dakwah), Henri Salahuddin, MIRKH (peneliti INSISTS dan MIUMI), dan Fahmi Salim, Lc. MA. (pengurus MUI pusat dan dosen UHAMKA). [Baca: Ulama dan Cendekiawan Dunia Islam Bahas Tantangan Liberalisme di Kuala Lumpur]

Selain 100 peserta dari Malaysia, ada 30 peserta dari Arab Saudi dan beberapa dari Thailand, Filipina dan Indonesia.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:agamaAliran sesatdunia muslimIAINlgbtliberalismeMuslimpahamUIN
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Liburan, Membaca Buku Lebih Mencerdaskan Anak
Tulisan selanjutnya Hak Pengasuhan Anak Satu Kebaikan yang Dimiliki Syari’ah Islam Perhatikan Hak Manusia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?