Hidayatullah.com— Banjir yang melanda negara bagian Kelantan di Malaysia masih terus berlangsung. Ketinggian air bahkan menenggelamkan apa saja, mencapai bangunan gedung bertingkat tiga.
Salah satu korban dan saksi mata adalah Nur Aminah, salah satu koresponden hidayatullah.com di Kelantan.
“Banyak jalan terputus. Korban banjir hahrus diselamatkan dengan perahu boat atau helicopter. Meski demikian, sedikit tempat bisa digunakan pendaratan heli, “ ujarnya pada hidayatullah.com, Jumat (27/12/2014).
“Sudah banyak gedung sekolah dan rumah sakit tenggelam. Padahal rata-rata sekolah di Kelantan bertingkat 3-4,” tambah Aminah.
Menurut Aminah, banjir di Kelantan diakibatkan dampak hujan di wilayah Asia, termasuk dari Thailand menuju Negara bagian tersebut.
“Sungai dari Thailand melimpah hingga Kelantan dan negara-negara bagian lainnya wilayah pantai timur semenanjung. Arus banjir layaknya orang mengguyur air dari bak,” ujarnya menjelaskan kedasyatan musibah ini.
“Sekarang, pemandangan semua tempat layaknya laut. Terutama belakang rumah saya karena belakang rumah itu sungai.”

Sebagaimana diketahui, musibah banjir di Malaysia, tepatnya di lima Negara bagian belum menunjukkan tanda-tanda surut. Menurut kantor berita Malaysia, Bernama, banjir dengan korban mengungsi 90.250 jiwa ini adalah yang terbanyak sepanjang sejarah negara tersebut.
“Kami akan melakukan yang terbaik untuk membantu korban,” ujar Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, 25 Desember 2014.
Banjir disebabkan oleh tingginya curah hujan yang melanda kawasan Semenanjung Timur Malaysia. Negeri jiran itu mencapai titik curah hujan tertinggi sejak 1971.
Adapun negara bagian Kelantan menjadi penyumbang pengungsi terbanyak yakni 32.343 jiwa, disusul Trengganu (28.991), Pahang (24,316), Perak (4,335) and Perlis (265).
Akibat banjir, kegiatan sekolah pada awal tahun ajaran terpaksa diliburkan. Salah satunya adalah sekolah di Kelantan. Pejabat Pendidikan Kelantan, Hussain Awang, menyatakan sekolah di Kelantan ditangguhkan hingga banjir mereda.
Banjir juga berdampak pada lumpuhnya fasilitas Rumah Sakit Raja Perempuan Zainab II di Kota Bharu, Kelantan. Akhirnya 157 pasien dipindahkan ke Rumah Sakit Universitas Sains Malaysia di distrik Kubang Kerian.
Menurut catatan, musibah ini menelan banyak korban. Sebanyak 100 ribu warga menjadi korban (Kelantan terbanyak 38 ribu warga). Sementara Thailand sebanyak 52 ribu orang menjadi korban banjir.*