Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tenaga Medis Tambahan Dikirim ke Guantanamo

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 April 2013 19:55 7:55 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 30 April 2013 19:55
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Staf medis tambahan telah dikirim ke penjara militer Amerika Serikat di Teluk Guantanamo guna membantu menangani mogok makan yang sekarang dilakukan hampir duapertiga tahanan.

Sekitar 40 tenaga medis angkatan laut AS, termasuk perawat dan tenaga ahli, tiba akhir pekan kemarin, kata jurubicara militer di Guantanamo Letkol Samuel House, Senin (30/4/2013) dilansir Aljazeera.

Kedatangan mereka, kata House, sudah direncanakan beberapa pekan sebelumnya seiring dengan bertambahnya jumlah tahanan yang mogok makan menentang penahanan mereka.

House mengatakan, 100 dari 166 orang tahanan melakukan mogok makan. Jumlah itu belum berubah sejak hari Sabtu kemarin. Di antara mereka, 21 orang dipaksa makan lewat selang, bertambah satu orang pada hari Sabtu.

Dalam pernyataannya House mengatakan 5 orang tahanan dilarikan ke rumah sakit, tanpa menjelaskan lebih lanjut apakah kondisi mereka membahayakan nyawa.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Para pengacara tahanan mengatakan, jumlah pelaku mogok makan mencapai 130 orang, lebih banyak dari yang diakui resmi oleh pemerintah AS.

Para tahanan Guantanamo mogok makan sejak 6 Februari lalu, menyusul penistaan petugas terhadap al-Qur`an milik para tahanan dengan alasan mencari barang yang diselundupkan dari luar ke dalam penjara.

Memasuki pekan ke-12 mogok makan di Guantanamo, Presiden Barack Obama kembali mendapatkan tekanan baru agar dirinya menepati janjinya menutup penjara yang didirikan dengan alasan “Perang Melawan Teror” itu.

Senator Demokrat asal California Dianne Feinstein menulis surat kepada Obama guna meminta pemerintah memperbaharui upayanya mengirim tahanan keluar dari Guantanamo. Feinstein meminta penjelasan tentang 56 dari 86 tahanan Yaman yang seharusnya sudah dipulangkan ke negaranya.

Sementara itu, Andrea Prasow dari Human Rights Watch mengatakan, sepanjang sejarah Guantanamo belum pernah menghadapi situasi kritis seperti sekarang.

Sedangkan mantan kepala jaksa penuntut di Guantanamo, Kolonel AU Morris Davis memperingatkan akan jatuh korban nyawa, jika Obama tidak bertindak cepat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ISG Batal Diadakan di Pekanbaru, Pindah ke Jakarta
Tulisan selanjutnya Lagi, Ratusan Mahasiswa Al-Azhar Keracunan Makanan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP

Berita
21 Juli 2026 19:48
Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?