Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Venezuela Batasi Jumlah Diplomat Amerika

Ama Farah
Terakhir diupdate: 3 Maret 2015 01:17 1:17 am
Ama Farah
Dipublikasikan 2 Maret 2015 22:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengumumkan kebijakan untuk membatasi jumlah diplomat Amerika Serikat yang diperbolehkan bekerja di negaranya.

Dilansir BBC Ahad (1/3/2015), Maduro mengatakan ingin mengkaji ulang dan mengurangi jumlah staf diplomatik Amerika.

Selain itu, warganegara AS yang mengunjungi negara Venezuela juga harus memiliki visa. Venezuela akan menarik biaya visa dari orang Amerika sebesar seperti yang dibayar warga Venezuela yang ingin pergi ke AS.

Maduro mengatakan dan akan ada daftar nama politisi AS yang dilarang memasuki wilayah negara Amerika Latin itu. Mereka adalah politisi yang telah melakukan pelanggaran HAM dan mendukung terorisme terutama di Iraq dan Suriah. Termasuk dalam daftar itu adalah George W. Bush, Dick Chaney, Bob Menendez dan Marco Rubio.

Maduro mengatakan campur tangan AS yang telah memaksanya mengambil kebijakan baru itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Presiden Venezuela itu mengatakan pemerintah AS memiliki 100 pegawai yang bekerja di Venezuela, padahal Venezuela hanya memiliki 17 staf di AS.

Bulan ini AS menerapkan pembatasan visa atas sejumlah pejabat Venezuela yang tidak disebutkan namanya, yang dituding Washington telah melakukan pelanggaran HAM serta korupsi.

Daftar pejabat Venezuela yang dilarang masuk wilayah AS itu diperluas hingga mencakup anggota keluarganya.

Presiden Maduro menuduh AS bekerjasama dengan kelompok-kelompok oposisi Venezuela untuk melakukan kudeta, termasuk pemboman istana kepresidenan.

Washington menolak tudingan itu dengan mengatakannya sebagai tuduhan menggelikan.

Lima tahun terakhir kedua negara tidak saling mengirimkan duta besarnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Putranya Menghilang Gabung Militan, Warga Saudi Didenda SR3.000 dan Dibui
Tulisan selanjutnya Bayar Rp72 Juta Politisi Terkemuka Jerman Bebas Gugatan Pornografi Anak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?