Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dengan Stigma Radikal, Pemerintah Tajik Larang Pemuda Muslim Naik Haji

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 April 2015 10:24 10:24 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 April 2015 10:24
Bagikan
Muslimin Tajikistan sedang menunaikan ibadah haji
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemerintah Tajikistan telah melarang haji, ziarah  ke Tanah Suci Makkah kepada warga Muslim yang berusia kurang dari 35 tahun.

Banyak yang meyakini, pelarangan pemerintah Tajikistan tersebut sebagai untuk mencegah pemuda Tajik mengembangkan ide-ide radikal dan khawatir bergabung dengan kelompok ekstremis seperti ISIL/ISIS.

Gagasan pelarangan ini muncul satu bulan lalu setelah Presiden Emomali Rahmon menyerukan pembentukan “pembangunan jangka panjang berdasarkan konsep sekularisme “.

Dikutip Worldbulletin, Komite Pemerintah untuk Keagamaan dan Kebudayaan mengumumkan pembatasan haji dimulai pada 13 April 2015 ini.

Komite beralasan hal ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan Muslimin yang sudah berusia tua untuk melakukan haji di Makkah, di mana pemerintah Saudi disebut membatasi jumlah jamaah haji di masing-masing negara setiap tahunnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Namun Emomali Rahmon berulang kali mendesak pemerintah untuk penguatan prinsip sekulerisme di negara berpenduduk Muslim berjumlah 8,5 juta ini.

Tahun-tahun sebelumnya, ada 8000 warga Tajikistan yang memiliki penduduk sekitar delapan juta orang, berangkat haji. Namun, pemerintah Arab Saudi berusaha membatasi jamaah haji dan memutuskan mengurangi kuota tahun ini.

“Tahun ini, hanya 6.300 kuota telah diterbitkan oleh Arab Saudi ke Tajikistan,” kata Komite.

Tekanan pada Muslim

Mayoritas penduduk Tajikistan (98%) adalah Muslim, (95% Sunni dan Syiah 3%), beberapa sufi. Tahun 2010 para pejabat di Dushanbe mengamati bahwa Syiah telah meningkat dari sekitar 11 persen menjadi 33,4 persen dari seluruh umat Islam di Tajikistan hanya setahun atau dua tahun.

Perkembangan Islam menggeliat dengan cepat di Tajikistan membuat pemerintah ketakutan. Fenomena tren janggut dan jilbab di negara bekas pecahan Uni Soviet ini sempat membuat pemerintah melarang pemuda dan wanita mendatangi masjid.

Pemerintah Tajikistan pernah menarik kembali mahasiswa yang tengah mendalami ilmu agama di Mesir, Suriah dan Iran. Melarang jilbab untuk anak sekolah, menutup paksa masjid pribadi dan situs–situs Islam, melakukan sensor ketat pelaksanaan khotbah Jumat dan menangkapi pria –pria berjanggut.

Akibat kebijakan tersebut, Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan Partai Renaissance Islam Tajikistan mengkritik  dan menganggap pemberlakukan undang-undang itu bertentangan dengan UUD Republik dan hukum internasional soal kebebasan hak warga negara.

Komisi Kebebasan Beragama Internasional (USCIRF) bahkan pernah mendesak pemerintah AS memberikan tekanan pada Presiden Tajikistan Emomali Rahmon.*

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:masjidpelarangan jilbabsekularismesekuler
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Syeikh az-Zindani Keluarkan Fatwa Dukung Aashifatul Hazm
Tulisan selanjutnya Mantan Kepala Staf Mursy Divonis 3 Tahun Penjara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?