Hidayatullah.com–Seorang wartawan koran terkemuka Washington Post yang ditahan di Iran menghadapi empat dakwaan, termasuk kegiatan mata-mata, seperti diungkapkan pengacaranya.
Jason Rezaian-yang bertugas sebagai koresponden Washington Post di Teheran- ditangkap Juli tahun lalu dan sudah didakwa Bulan Desember namun tidak diketahui persis dakwaan yang diajukan kepadanya, demikian dikutip BBC.
Pengacaranya, Leila Ahsan, mengatakan Rezaian didakwa ‘berkolaborasi dengan pemerintah musuh’ dan ‘menyebarkan propaganda’.
Seorang redakturnya, Martin Baron, menuduh Iran ‘diam tanpa penjelasan’ terkait penahanan Rezaian selama sembilan bulan tanpa mengungkapkan alasannya.
Koran itu juga mendesak Iran untuk membebaskan Rezaian dan istrinya, juga seorang wartawan, dan ikut ditangkap bersamanya Juli lalu.
Rezaian didakwa pula dengan memgumpulkan informasi tentang kebijakan luar negeri dan dalam negeri serta memberikan ke ‘individu-individu dengan niat bermusuhan’.
Dakwaan tersebut diketahui Ahsan yang baru pertama kali bertemu dengan Ahsan pada Senin 20 April.
“Klien saya tidak pernah memiliki kontak langsung maupun tidak langsung atas informasi rahasia untuk diberikan kepada siapapun,” jelas Ahsan seperti dikutip Washington Post.
Rezaian -warga Amerika Serikat asal Iran- akan diadili oleh Pengadilan Revolusioner namun tanggalnya belum ditentukan.*