Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tersesat di Hutan, Wanita NZ Bertahan Hidup dengan Meminum ASI-nya Sendiri

Ama Farah
Terakhir diupdate: 12 Mei 2015 07:49 7:49 am
Ama Farah
Dipublikasikan 12 Mei 2015 07:44
Bagikan
Susan O'Brien ketika bertemu kembali dengan suami, putri dan orangtuanya setelah tersesat di hutan.
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang wanita New Zealand (Selandia Baru) yang tersesat di hutan sebelah timur ibukota Wellington selama 24 jam mengaku meminum air susu dari payudaranya sendiri dan menutupi tubuhnya dengan tanah untuk bertahan hidup.

Susan O’Brien, 29, mengambil arah jalan yang salah ketika mengikuti perlombaan Xterra (off-road triathlon) dengan jalur menembus Rimutaka Forest Park.

Pihak berwenang mulai melakukan pencarian setelah O’Brien gagal mencapai garis akhir pada hari Ahad pagi (10/5/2015).

O’Brien, ibu dari 2 orang anak, akhirnya ditemukan dan diangkut lewat udara pada hari Senin pukul 11:30 waktu setempat.

Wanita itu langsung dipertemukan dengan keluarganya, 24 jam setelah dia seharusnya mencapai garis akhir.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurut laporan Dominion Post yang dilansir BBC, tindakan pertama yang dilakukan oleh wanita itu ketika bertemu kembali dengan keluarganya adalah memberikan ASI kepada putrinya yang baru berusia 8 bulan.

“Saya benar-benar mengira bahwa saya akan segera mati,” kata O’Brien, yang juga memiliki seorang putra berusia 2 tahun kepada para wartawan.

“Saya masih menyusui bayi, jadi saya masih memiliki sedikit ASI, yang menurut saya pasti dapat membantu untuk bertahan hidup,” cerita wanita itu soal pengalamannya selama tersesat di hutan.

Dilaporkan Radio New Zealand, wanita itu ketika tersesat membawa dua liter air, sejumlah paket makanan berupa gel dan makanan ringan berenergi.

Wanita yang berprofesi sebagai pelatih kebugaran itu menceritakan bahwa ketika malam menjelang tubuhnya sangat kedinginan dan basah.

Dia menggali lubang di tanah di hutan, berbaring di dalamnya lalu menutupi tubuhnya dengan tanah agar badannya tetap hangat sepanjang malam.

“Saya terus menaruh tanah ke atas badan saya sendiri, dan setiap kali saya mendengar bunyi sesuatu saya selalu berteriak ‘tolong’,” kata wanita itu.

Kepada New Zealand Herald O’Brien mengaku pengalamannya tersesat di hutan yang nyaris merenggut nyawa itu tidak akan menghentikan kegemarannya berlari melintasi alam.

ASI adalah makanan sempurna

Mengomentari tindakan O’Brien yang meminum air susu dari payudaranya sendiri ketika tersesat di hutan guna mempertahankan hidup, seorang pakar ASI berkata bahwa air susu ibu adalah makanan yang sempurna.

“Itu adalah makanan sempurna, sehingga Anda bisa menjadi lebih baik (bugar), semuanya ada di dalamnya,” kata Trish Ebery dari New Zealand Lactation Consultants Association.

“Jika Anda punya akses mendapatkan ASI, berarti Anda mendapatkan akses atas kehidupan,” imbuh wanita itu seperti dikutip New Zealand Herald.

Makanan bergizi itu memiliki segalanya, kata Ebery.

“Dari situ Anda akan mendapatkan penumbuh kembang otak dan apa-apa yang diperlukan untuk kekebalan tubuh dan nutrisi untuk melawan infeksi. ASI itu sungguh-sungguh makanan segalanya dan ada semua di dalamnya.”

“Jadi wow, benar-benar kue yang enak dan bergizi,” ujar Ebery.

Meskipun O’Brien tidak mendapatkan nutrisi yang cukup untuk memproduksi ASI, tetapi air susunya masih bisa keluar hingga sekian lama, kata Ebery.

“Orang-orang di kamp konsentrasi dan para wanita yang berada dalam lingkungan yang penuh dengan tekanan, mereka masih bisa memproduksi ASI meskipun asupan gizinya sangat, sangat kurang,” O’Brien menjelaskan.

“Jadi ASI Anda masih dapat terus keluar, tidak seorang pun tahu sampai kapan,” imbuhnya.

Dengan meminum ASI-nya sendiri, O’Brien justru secara langsung sudah mencegah terjadinya mastitis (radang kelenjar payudara), memberikan kepada tubuhnya sendiri cairan dan nutrisi yang diperlukan, serta menjaga kelancaran suplai ASI untuk bayinya, kata Ebery.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ini Klarifikasi Daarut Tauhid Terkait Dugaan Pembakaran Masjid
Tulisan selanjutnya 6.000 Anak Jadi Korban Pelecehan Seksual di ‘Israel’ Setiap Tahun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?