Hidayatullah.com–Sosok biksu radikal Budha Ashin Wirathu menggemparkan dunia. Media populer di Amerika, The Washington Post, sempat menyorot sepak terjang Ashin yang disebut sebagai pemimpin dalam pergerakan pembantaian Rohingya.
Sebagaimana dikutip The Washington Post, Wirathu bahkan dengan nada sangat rasis menyebut etnis Rohingya yang umumnya Muslim sebagai anjing gila.
“Kamu bisa saja penuh cinta dan kebaikan, tapi kamu tidak akan bisa tidur tenang di sebelah anjing gila!” papar Ashin. [BACA JUGA: Biksu Buddha Pembenci Muslim Rohingya Jadi Sorotan Dunia]
Biksu yang berperawakan tenang dengan wajah dingin ini kerap berpakaian sederhana, seperti biksu pada umumnya. Namun fatkanya penampilannya rupanya sangat bertolak belakang dengan apa yang dilakukannya. Biksu Ashin yang pernah pernah dihukum 25 tahun penjara ini tak segan-segan dengan keji memprovokasi umatnya melakukan tindakan pembunuhan.
Ashin pun dengan terang-terangan di depan “umatnya” dalam ceramah di sebuah kuil menyebut Muslim Rohingya sebagai musuh. New York Times menulis jelas bagaimana kebencian Ashin Wirathu pada kaum Rohingya.
“Saya bangga disebut sebagai umat Buddha garis keras,” tutur Ashin seperti dikutip dari New York Times.*